“Kalau bisa setiap bulan ada event. Supaya dagangan kami bisa laris terus,” ujarnya.
Pedagang di luar kawasan Pantai Marina Boom juga ikut merasakan ramainya aktivitas selama event berlangsung. Guntur, penjual mi di kawasan Brawijaya, mengaku pendapatannya meningkat hingga dua kali lipat ketika ada acara besar di Banyuwangi.
Untuk mengantisipasi bertambahnya pembeli, ia menyiapkan porsi dagangan lebih banyak dibandingkan hari biasa.
“Saya sudah antisipasi siapkan porsi lebih jualan. Seperti Gandrung Sewu malam, pemasukan saya naik dua kali lipat. Lumayan, dua hari naik tajam,” kata Guntur.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, penyelenggaraan event budaya seperti Gandrung Sewu menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian daerah. Ia berharap kegiatan pariwisata dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, termasuk pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
“Tujuan utama kita tidak hanya memperkenalkan Banyuwangi, tetapi juga menggerakkan berbagai sektor agar manfaat dari pertumbuhan pariwisata bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” kata Ipuk.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis event agar kekayaan budaya Banyuwangi semakin dikenal dan membuka peluang usaha bagi masyarakat.
“Ke depan, kami akan terus mendorong pengembangan pariwisata berbasis event agar memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat,” tegasnya. (*)










