Puncak Latgabma KERIS WOOMERA 2026, TNI dan Australia Unjuk Kekuatan dalam Latihan Tembak Terpadu

by -125 Views
Wartawan: Ali Sam’ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Situbondo, seblang.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Australian Defence Force (ADF) menunjukkan kemampuan tempur terpadu dalam puncak Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) KERIS WOOMERA 2026 melalui Combined Joint Live Firing Exercise (CJLFX) di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo, Jawa Timur, Selasa (20/10/2026).

Dalam latihan yang melibatkan penggunaan berbagai jenis senjata dengan munisi tajam tersebut, Komandan Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI (Dankodiklat TNI) Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika bersama Komandan Operasi Gabungan Australia, Vice Admiral Justin Jones, meninjau langsung jalannya latihan dari Titik Peninjauan T12.



CJLFX menjadi salah satu bagian penting Latgabma KERIS WOOMERA 2026 untuk menguji kemampuan integrasi berbagai unsur kekuatan, mulai dari infanteri, artileri, penerbangan, hingga persenjataan pendukung dalam satu skenario latihan terpadu.

Dari pihak TNI, latihan melibatkan prajurit Yonif 521/Dadaha Yodha dari Brigif 16/Wira Yudha dan Yonif 1 Marinir dari Brigif 2 Marinir. Sejumlah alutsista dan persenjataan yang dikerahkan di antaranya pesawat Super Tucano, Multi Launch Rocket System (MLRS) Vampire, howitzer 105 mm, mortir 81 mm, serta berbagai senjata infanteri dan penembak runduk.

Sementara itu, ADF menampilkan kemampuan sistem peluncur roket artileri mobilitas tinggi M142 HIMARS, howitzer M777A2 kaliber 155 mm, mortir 81 mm, rudal antitank Javelin, peluncur granat otomatis, senjata Carl-Gustaf 84 mm, serta pasukan infanteri dari Batalion 1 Royal Australian Regiment.

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menunjukkan upaya kedua negara dalam menyelaraskan prosedur taktis, memperkuat koordinasi lintas matra, dan meningkatkan kemampuan melaksanakan operasi gabungan secara efektif.

Perkuat Interoperabilitas TNI dan ADF

Dankodiklat TNI Letjen TNI Mohamad Naudi Nurdika dalam sambutan penutupan latihan menyampaikan bahwa keberhasilan seluruh rangkaian Latgabma KERIS WOOMERA 2026 merupakan hasil kerja sama, dedikasi, dan komitmen tinggi seluruh personel TNI dan ADF.

Ia mengapresiasi para penyelenggara, pelatih, pendukung, dan peserta yang telah menunjukkan profesionalisme serta disiplin selama latihan berlangsung.

Menurut Naudi, latihan bersama tersebut menjadi sarana efektif untuk meningkatkan interoperabilitas, memperkuat pemahaman prosedur operasi bersama, dan meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai tantangan strategis di kawasan.

Selain CJLFX, Latgabma KERIS WOOMERA 2026 mencakup latihan operasi gabungan udara-darat melalui skenario HIMARS Rapid Infiltration (HIRAIN), latihan integrasi amfibi dan maritim, pertukaran pengetahuan, latihan lapangan di Puslatpurmar 5 Baluran, serta latihan udara gabungan yang melibatkan pesawat Super Tucano milik TNI dan PC-21 milik Australia.

iklan warung gazebo