Cegah Pelajar Terjebak Keuangan Ilegal, Pemkab Malang Perkuat Literasi Finansial Sejak Dini

by -9 Views
Wartawan: Ahmad Suseno
Editor: Herry W. Sulaksono
Bupati Malang, HM Sanusi saat memberikan secara simbolis rekening pelajar
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Malang, seblang.comPemerintah Kabupaten Malang memperkuat pendidikan literasi keuangan bagi pelajar sebagai langkah mencegah generasi muda terjebak perilaku konsumtif dan praktik keuangan ilegal di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Program Rajin Menabung (RABU) yang digelar bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang dan Bank Indonesia (BI) di Pendopo Agung Kabupaten Malang pada 30 Juni 2026.

Bupati Malang HM Sanusi menegaskan, kemudahan akses layanan keuangan digital harus diimbangi dengan kemampuan pelajar dalam mengelola keuangan secara bijak. Tanpa pemahaman yang memadai, generasi muda berisiko menjadi sasaran perilaku konsumtif maupun penyalahgunaan layanan keuangan.

“Di era digital saat ini, anak-anak dan remaja semakin dekat dengan berbagai layanan keuangan dan transaksi elektronik. Karena itu, mereka perlu dibekali kemampuan mengelola keuangan sejak dini agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai bagian dari perencanaan masa depan,” kata Sanusi.

Menurutnya, pendidikan finansial bukan hanya mengajarkan cara memperoleh uang, tetapi juga bagaimana mengelola, menggunakan, dan merencanakan keuangan secara bertanggung jawab. Karena itu, Program KEJAR dan RABU menjadi instrumen penting untuk membentuk karakter disiplin sekaligus kemandirian finansial di kalangan pelajar.

Sanusi menjelaskan, keberadaan rekening pelajar bukan sekadar fasilitas menabung, melainkan media pembelajaran agar siswa terbiasa mengatur keuangan sejak usia sekolah. Kebiasaan tersebut diharapkan menjadi bekal dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

“Literasi dan inklusi keuangan merupakan bekal penting yang harus ditanamkan sejak dini. Sinergi seluruh pihak menjadi langkah strategis dalam mencetak generasi yang cerdas secara finansial, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi OJK, Bank Indonesia, BPR Artha Kanjuruhan, lembaga perbankan, serta seluruh satuan pendidikan yang mendukung implementasi Program KEJAR dan RABU di Kabupaten Malang.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Bagus Sulistyawan, menyatakan pihaknya akan segera melakukan validasi data peserta secara by name by address. Pendataan akan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, hingga madrasah dan pendidikan kesetaraan.

“Kami akan melibatkan pemerintah kecamatan, desa, serta perangkat daerah terkait untuk memastikan data benar-benar akurat. Target kami bukan hanya memperoleh angka, tetapi juga mengetahui penyebab anak tidak bersekolah sehingga solusi pendidikan yang diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing,” ujar Bagus.

Ia menambahkan, proses verifikasi juga akan melibatkan Dinas Sosial, DP3A, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta instansi terkait lainnya agar penanganan persoalan pendidikan dapat dilakukan secara terpadu dan tepat sasaran.///////////

iklan warung gazebo