Untuk menunjang mobilitas penumpang, Dishub Jatim menyediakan 56 titik pemberhentian yang terdiri dari _shelter_ dan rambu henti.
Layanan Trans Jatim Koridor 2 juga terintegrasi dengan Koridor 1. Penumpang yang berpindah koridor dalam waktu kurang dari dua jam tidak dikenakan biaya tambahan dan dapat melanjutkan perjalanan menggunakan tiket awal.
Dari sisi fasilitas, armada Trans Jatim dilengkapi pendingin udara (AC), CCTV, informasi digital, serta kamera pendeteksi kondisi pengemudi yang mengalami kelelahan atau mengantuk.
Bus juga menyediakan akses bagi penyandang disabilitas, termasuk pengguna kursi roda, serta tempat duduk prioritas bagi lansia dan ibu hamil.
Gratis Selamanya untuk Disabilitas
Selain program gratis selama masa promosi, Khofifah juga menetapkan kebijakan tarif Rp0 secara permanen bagi penyandang disabilitas di seluruh delapan koridor Trans Jatim.
“Selamanya gratis. Jadi nanti kalau ganti gubernur pada saatnya, sampaikan komitmen kita di Kepanjen ini untuk penyandang disabilitas gratis,” pungkasnya.(*/ady)











