BPJS Kesehatan Perluas Akses Layanan JKN di Daerah 3T Lewat LANURI, VIOLA, dan BPJS Keliling

by -7 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Beberapa program utama yang telah direalisasikan antara lain JKN 3T, yakni kerja sama pengoperasian kapal bantu rumah sakit untuk pelayanan di daerah terpencil serta pengiriman tenaga kesehatan ke wilayah 3T.

Program lainnya adalah P-Care MBG, yang memungkinkan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi peserta JKN sekaligus memantau kondisi kesehatannya. Selain itu, program tersebut juga mendukung pemantauan kesehatan dan tumbuh kembang siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BPJS Kesehatan juga menjalankan program Eliminasi Inefisiensi, melalui penerapan intelligence claim untuk meningkatkan efisiensi pembiayaan JKN, sekaligus memperkuat upaya pencegahan, pendeteksian, dan penanganan perilaku inefisiensi termasuk potensi fraud dalam penyelenggaraan Program JKN.

“Ada pula sejumlah poin yang masih terus berproses bersama pemangku kepentingan terkait,” kata Pujo.

Pelaksanaan LANURI mendapat dukungan dari berbagai kementerian dan lembaga. Deputi Bidang Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi Panel Barus mengapresiasi langkah BPJS Kesehatan yang dinilai mampu mendekatkan layanan administrasi JKN kepada masyarakat di wilayah 3T yang masih menghadapi keterbatasan transportasi maupun infrastruktur digital.

Menurut Panel, jaringan Koperasi Desa Merah Putih yang telah tersebar hingga tingkat desa dan kecamatan serta memiliki akses internet dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyelenggaraan VIOLA maupun BPJS Keliling.

“Kementerian Koperasi menyambut baik kolaborasi ini. Kami akan mendorong jajaran pengurus koperasi di daerah 3T untuk mendukung pelaksanaan LANURI sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Panel.

Dukungan juga datang dari Kepala Pusat Kesehatan TNI dr. Hadi Juanda. Ia mengatakan pemerataan layanan kesehatan masih menjadi tantangan besar di Indonesia, khususnya di wilayah 3T yang menghadapi keterbatasan akses, infrastruktur, dan sumber daya manusia.

Menurut Hadi, jaringan pelayanan kesehatan TNI yang tersebar di seluruh Indonesia siap mendukung pelaksanaan LANURI, mulai dari mobilisasi tenaga kesehatan ke daerah terpencil, pemanfaatan fasilitas kesehatan TNI sebagai titik layanan tambahan, hingga pengoperasian kapal rumah sakit untuk melayani masyarakat di pulau-pulau terluar.

“Termasuk dengan mengerahkan sekitar 76.000 personel Babinsa yang tersebar di Indonesia,” kata Hadi./////////

iklan warung gazebo