BMKG Prediksi Puncak Kemarau di Banyuwangi Terjadi Agustus

by -8 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

“Secara umum, sebagian besar wilayah Banyuwangi memasuki puncak musim kemarau pada Agustus. Namun beberapa wilayah di kawasan barat dan pegunungan memiliki karakteristik iklim yang berbeda sehingga puncaknya bergeser ke September,” jelasnya.

Mardani mengatakan, meski fenomena bediding tidak berbahaya secara langsung, masyarakat tetap perlu mengantisipasi dampaknya. Suhu udara yang lebih rendah dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan mereka yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

Selain itu, udara yang lebih kering juga berpotensi menyebabkan kulit pecah-pecah, bibir kering, hingga meningkatkan risiko dehidrasi karena tubuh tetap kehilangan cairan meski tidak merasa haus.

BMKG mengimbau masyarakat mengenakan pakaian hangat saat malam dan pagi hari, memperbanyak konsumsi air putih, menjaga kelembapan kulit dengan pelembap, serta mengonsumsi makanan bergizi dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Tak hanya itu, memasuki puncak kemarau masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan. Kondisi vegetasi yang mulai mengering membuat api lebih mudah menyebar apabila terjadi pembakaran terbuka.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah secara sembarangan. Gunakan air secara bijak dan terus ikuti informasi cuaca serta iklim yang dikeluarkan BMKG sebagai acuan dalam beraktivitas,” pungkas Mardani.//////////

iklan warung gazebo