81 Motoris Tempuh 30 Kilometer, Safari Merah Putih Jember Kenalkan Potensi Wilayah

by -10 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Selain perjalanan menggunakan sepeda motor, Safari Merah Putih juga mempertahankan tradisi pembentangan kain Merah Putih. Panjang kain tersebut disesuaikan dengan usia kemerdekaan Indonesia.

Jika pada tahun pertama kain Merah Putih dibentangkan sepanjang 75 meter, tahun ini tradisi tersebut kembali dilakukan dengan panjang 81 meter.


Pembentangan kain Merah Putih sepanjang 81 meter berlangsung di Desa Sidomulyo sebagai salah satu rangkaian penutup Safari Merah Putih.

Kepala Desa Sidomulyo, Kamiludin, menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai kedatangan para relawan memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperkenalkan Desa Sidomulyo beserta berbagai potensinya.

“Ini pertama kali dalam sejarah Desa Sidomulyo ada kegiatan perhelatan kirab Merah Putih, kirab bendera Merah Putih sepanjang 81 meter. Kami sangat berbahagia, sangat senang sekali Desa Sidomulyo bisa berkolaborasi dengan rekan-rekan,” tuturnya.

Menurut Kamiludin, kegiatan tersebut juga memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi warga. Sejumlah masyarakat memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak dagangan di sekitar lokasi.

“Yang jelas dampak ekonomi, banyak orang jualan. Yang kedua, dampak ke Desa Sidomulyo, semakin banyak orang mengenal Desa Sidomulyo berikut dengan potensinya,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan dalam momentum kemerdekaan, tetapi juga mampu menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada generasi muda.

“Semoga bisa menumbuhkan semangat jiwa cinta bangsa dan negara kepada peserta didik SD, SMP maupun SMA, mudah-mudahan menjadi Generasi Emas 2045,” harapnya.

Rangkaian Safari Merah Putih kemudian ditutup dengan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dan pembentangan kain sepanjang 81 meter di Desa Sidomulyo.

Selama tujuh tahun pelaksanaannya, Safari Merah Putih terus mempertahankan semangat kerelawanan. Meski pesan kemerdekaannya tetap sama, lokasi dan potensi yang diangkat selalu berbeda.

Ganong menyebut keterlibatan berbagai komunitas menjadi salah satu kekuatan utama kegiatan tersebut. Safari Merah Putih diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi turut menjadi wadah untuk memperkenalkan Jember melalui potensi yang dimiliki setiap wilayah.

“Dasarnya adalah kerelawanan. Pionirnya memang Info Warga Jember, tetapi dari tahun ke tahun kita selalu berevaluasi, mengajak teman-teman relawan dan komunitas lainnya untuk bergabung,” pungkasnya.

Tahun ini, perjalanan Safari Merah Putih berakhir di Sidomulyo dengan membawa pesan tentang kopi Jember. Sebelumnya, kegiatan serupa telah mengangkat potensi wisata hingga ketahanan pangan, menjadikan perayaan kemerdekaan sekaligus ruang untuk memperkenalkan kekayaan daerah.//////

iklan warung gazebo