Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memaparkan potensi daerahnya yang memiliki tiga taman nasional, yakni Alas Purwo, Meru Betiri, dan Baluran. Menurutnya, kawasan konservasi tersebut menjadi modal penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program, termasuk perhutanan sosial.
“Kami terus mengembangkan sektor perkebunan, kehutanan, pertanian, perikanan, hingga pariwisata dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan melibatkan masyarakat,” kata Ipuk.
Ipuk juga memperkenalkan berbagai komoditas unggulan Banyuwangi, seperti kopi, kakao, beras organik, kelapa, hasil perikanan, hingga industri pengolahan kayu yang produknya telah menembus pasar ekspor.
Sementara itu, delegasi asal Argentina, Facundo Gonzalez, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap dapat mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Kami berharap dapat belajar banyak dari pengalaman Indonesia dalam pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan delegasi Ghana, Ophilious Lambog. Menurutnya, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk bertukar pengalaman sekaligus mempelajari praktik terbaik dari berbagai negara.
“Kami juga terkesan dengan keramahan masyarakat Banyuwangi. Makanannya juga sangat enak,” katanya.///////










