Menu-menu tersebut dapat ditemukan di beberapa kereta api jarak jauh yang melayani rute Banyuwangi, di antaranya KA Sangkuriang relasi Bandung-Ketapang, KA Blambangan Ekspres relasi Pasar Senen-Ketapang, KA Wijaya Kusuma relasi Cilacap-Ketapang, serta KA Logawa relasi Purwokerto-Banyuwangi.
Region Head Regional 9 Jember KAI Services, Yullyandra Mursyal, menambahkan bahwa sajian khas Banyuwangi mulai hadir di kereta sejak Mei 2026. Meski baru diluncurkan, respons penumpang dinilai sangat positif.
Menurutnya, dalam satu kali perjalanan kereta, rata-rata 10 hingga 20 porsi menu khas Banyuwangi terjual habis setiap hari.
“Menu ini dimasak langsung oleh mitra. Jadi dari segi rasa tidak perlu diragukan. Oleh mitra, menu ini dikirim ke kami dari stasiun untuk dijual di restorasi,” kata Yullyandra.
Ia berharap kehadiran kuliner khas Banyuwangi di atas kereta dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para penumpang sekaligus mendukung promosi UMKM lokal. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen KAI Services dalam menghadirkan kekayaan kuliner Nusantara selama perjalanan kereta api.
Selain memanjakan lidah penumpang, program ini membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha kuliner Banyuwangi untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia. (*)











