Raline Shah Terpukau Pendopo Banyuwangi, Berkali-kali Bilang ‘Beautiful’ Saat Keliling Bangunan Bersejarah

by -8 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Tak hanya menikmati arsitektur modern, Raline juga menyempatkan diri mengunjungi rumah adat Osing yang berada di kawasan belakang pendopo. Ia memperhatikan detail konstruksi rumah tradisional tersebut yang dibangun tanpa menggunakan paku, melainkan memanfaatkan sistem pasak kayu.

Perjalanan berlanjut ke Sumur Sri Tanjung, sumur tua yang lekat dengan legenda asal-usul nama Banyuwangi. Di lokasi itu, Raline tampak penasaran dengan cerita yang berkembang di masyarakat.

“Saya akan coba air sumur ini yang katanya bikin awet muda,” ujarnya sambil tersenyum.

Bupati Ipuk menjelaskan bahwa pembangunan berbagai fasilitas publik di Banyuwangi tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan aspek estetika dan identitas daerah.

Banyuwangi ini membangun bersama arsitek, jadi tidak hanya memenuhi fungsinya namun juga unsur estetika. Kami juga menonjolkan gaya arsitektur lokal Banyuwangi untuk melestarikan kearifan lokal kita. Bahkan hotel dan homestay juga kami ‘paksa’ untuk menonjolkan kekhasan lokal dalam setiap desain bangunannya,” kata Ipuk.

Sejumlah bangunan ikonik di Banyuwangi memang lahir dari sentuhan arsitek nasional. Selain Pendopo Banyuwangi, desain Bandara Banyuwangi dan masjid pendopo dirancang oleh Andra Matin. Sementara Budi Pradono mendesain Grand Watudodol dan Stadion Diponegoro, sedangkan kawasan heritage Inggrisan dirancang oleh Yori Antar.

Selama berada di Banyuwangi, Raline dan keluarganya juga menjelajahi sejumlah destinasi unggulan lainnya seperti Desa Wisata Adat Osing Kemiren, Kawah Ijen, hingga Taman Nasional Alas Purwo. Kunjungan tersebut menjadi pengalaman pertamanya menikmati langsung pesona alam dan budaya Banyuwangi.////////

iklan warung gazebo