Ning Ita mengungkapkan bahwa saat ini Badan Intelijen Negara (BIN) sedang bergerak aktif memburu kelompok anarko. Karakteristik kelompok ini kerap menyusup ke dalam organisasi-organisasi resmi untuk merusak agenda murni dari organisasi tersebut.
“Teman-teman BIN sekarang sedang berburu kelompok anarko itu karena mereka rata-rata menyusup ke dalam organisasi resmi. Seolah-olah itu agenda ormas, padahal organisasinya tidak demikian. Tolong Bapak-Ibu jaga ormasnya masing-masing jangan sampai disusupi, karena mereka tidak kelihatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ning Ita menegaskan bahwa menyampaikan pendapat dan kritik adalah hak warga negara yang dilindungi undang-undang. Namun, tindakan tersebut harus dilakukan dengan cara-cara yang legal, bukan dengan anarkisme, perusakan fasilitas umum, atau penjarahan aset. Khusus di Kota Mojokerto kanal Curhat Ning Ita bisa menjadi media untuk menyampaikan saran dan kritik.
“Jangan sampai Kota Mojokerto yang terkenal sebagai Kota Harmoni oleh Kementerian Agama, dan baru sebulan lalu menerima apresiasi sebagai Kota Toleran 2026, tercederai oleh masuknya kelompok-kelompok anarko secara halus ke ormas panjenengan semuanya,” pesannya sekaligus menutup pengarahan siang ini. (hari)










