“Inilah kekayaan tema lokal Banyuwangi yang tidak akan pernah habis digali. Tentunya akan sangat menarik untuk melihat kesemua subtema tersebut divisualisasikan secara kreatif dalam sebuah rancangan kostum karnaval,” kata Ipuk.
BEC merupakan salah satu agenda dalam Banyuwangi Attraction 2026. Event yang telah digelar sejak 2011 tersebut juga masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata sejak 2022.
Ipuk menyampaikan apresiasi kepada para seniman, budayawan, desainer, dan generasi muda Banyuwangi yang terus berkontribusi menjaga kearifan lokal melalui karya kreatif.
“Terima kasih kepada seniman, budayawan, desainer serta anak-anak Banyuwangi yang terus setia mengangkat kearifan lokal sehingga khasanah Banyuwangi akan selalu hidup dan lestari,” ujarnya.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Banyuwangi Hartono mengatakan, BEC Grand Carnival akan dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00 WIB. Para peserta akan menempuh rute sepanjang 2,5 kilometer dan berakhir di depan Kantor Pemkab Banyuwangi.
“Parade BEC dimulai dari Taman Blambangan pada pukul 13.00. Para talent menyusuri rute sejauh 2,5 km menuju finish di depan kantor Pemkab Banyuwangi,” kata Hartono.
Gelaran BEC setiap tahun selalu menarik perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan. Kehadiran pengunjung juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
Rangkaian BEC 2026 berlangsung selama tiga hari pada 17–19 Juli 2026. Kegiatan diawali dengan pameran UMKM pada 17 Juli, dilanjutkan BEC Grand Carnival pada 18 Juli, dan ditutup Konser Musik BEC pada 19 Juli.
“Minggu pagi, 19 Juli akan digelar BI Run. Tentunya wisatawan setelah menonton BEC, silakan besok paginya ikut event lari BI Run,” ujar Ipuk. (*)










