Warisan Leluhur Jangan Sampai Hilang, Senator Lia Istifhama Disambut Hangat di Nganjuk

by -5 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Sementara itu, Ketua Umum Solidaritas Kawasan Industri Nganjuk (KING), Raden Aji S. Hartawan, menjelaskan bahwa Purana Tembaga memiliki nilai penting sebagai dokumen sejarah yang mencatat asal-usul sebuah tempat suci.

“Purana Tembaga adalah dokumen sejarah, prasasti, atau kitab suci kuno tentang asal-usul suatu tempat pura yang ditulis di atas lempengan tembaga,” ujarnya.

Raden Aji juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ning Lia di tengah masyarakat. Menurutnya, perhatian wakil daerah terhadap kegiatan kebudayaan dapat menjadi dorongan bagi masyarakat untuk semakin percaya diri dalam memperkenalkan potensi wilayahnya.

“Sosok figur, tokoh, dan politisi pro rakyat seperti Ning Lia sangat dibutuhkan masyarakat saat ini, khususnya di daerah yang potensi wilayahnya belum terekspos,” ungkapnya.

Ia berharap perhatian terhadap potensi kebudayaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan kekayaan adat, sejarah, dan kearifan lokal Nganjuk kepada masyarakat luas.

“Potensi yang belum pernah diekspos ini memiliki peluang besar, baik berupa kebudayaan, adat, maupun kearifan lokal setempat. Dengan kehadiran Ning Lia yang turun langsung ke lapangan, diharapkan bisa memberikan motivasi dan solusi bagi daerah yang kurang terekspos,” tambahnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pinandita Damri dari Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, Kepala Desa Bajulan, Camat Loceret, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta tokoh agama dari Gianyar, Bali.

Di balik kemeriahan pertunjukan seni dan kekhidmatan ritual malam itu, tersimpan pesan penting tentang perlunya merawat sejarah dan menjaga warisan leluhur. Melalui peresmian Purana Tembaga, masyarakat Nganjuk menegaskan komitmen untuk mempertahankan kekayaan budaya agar tetap hidup, dikenal, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi Ning Lia, keberagaman budaya Nusantara merupakan kekayaan bangsa yang harus terus dijaga, bukan hanya sebagai peninggalan sejarah, tetapi juga sebagai jati diri Indonesia di tengah perubahan zaman. (*/ady)

iklan warung gazebo