Banyuwangi, seblang.com – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI dr. Benjamin Paulus Octavianus mengaku menemukan sesuatu yang berbeda di Banyuwangi. Setelah berkeliling ke 29 provinsi dan lebih dari 150 kabupaten/kota di Indonesia, ia baru menjumpai puskesmas yang memiliki dashboard kesehatan real time serta layanan jemput bola merawat warga hingga ke rumah.
Dua inovasi itu dinilai layak menjadi inspirasi bagi daerah lain. Banyuwangi tidak hanya menunggu warga datang berobat, tetapi juga aktif mendeteksi penyakit dan mendatangi masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
“Super bagus. Saya sudah keliling Indonesia. Baru di sini yang punya dashboard kesehatan real time di setiap puskesmas,” ujar Benjamin saat mengunjungi Puskesmas Kabat, Sabtu (24/10/2026).
Dashboard bernama Simpus Wangi tersebut memungkinkan petugas memantau kunjungan masyarakat secara langsung. Data yang ditampilkan mencakup warga yang datang dalam kondisi sakit maupun sehat, termasuk capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG) berdasarkan kelompok usia.
Bagi Benjamin, banyaknya warga sehat yang datang ke puskesmas menjadi indikator bahwa pendekatan promotif dan preventif mulai berjalan. Puskesmas tidak lagi sekadar identik dengan tempat orang mencari pengobatan, tetapi juga menjadi tempat masyarakat menjaga kesehatannya sebelum jatuh sakit.
“Dan ternyata lebih banyak orang sehat yang datang. Artinya program promotif preventifnya sudah jalan. Sangat membanggakan,” katanya.
Yang membuatnya semakin terkesan, Banyuwangi telah merintis konsep Mal Orang Sehat sejak 2018. Jauh sebelum CKG menjadi program prioritas Presiden yang mulai dijalankan pada 2025, masyarakat Banyuwangi sudah didorong untuk rutin memeriksakan kondisi kesehatannya.
“Program prioritas Presiden, Cek Kesehatan Gratis, baru mulai tahun lalu. Ternyata di Banyuwangi sudah dimulai sejak 2018,” ungkap Benjamin.
Inovasi lainnya adalah Jemput Bola Rawat Warga (Jempol Raga). Melalui program ini, tenaga kesehatan puskesmas mendatangi rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan pelayanan kesehatan, terutama kepada lansia, penyandang disabilitas, masyarakat kurang mampu, serta pasien dengan penyakit menahun maupun keterbatasan mobilitas.
Benjamin menyaksikan langsung kesiapan program tersebut ketika memimpin apel Jempol Raga di Taman Blambangan, Minggu (25/10/2026).










