Dermaga Landing Craft Machine (LCM) disepakati untuk difokuskan melayani truk-truk besar dan tronton guna menjamin kelancaran arus logistik antarprovinsi.
Kendaraan kecil dan kendaraan penumpang diprioritaskan di Dermaga MB 1, 2, 3, dan 4.
Pemprov Jatim mendorong percepatan penyambungan Dermaga Bulusan dengan dermaga utama, yakni LCM dan MB 4.
Proyek rehabilitasi Dermaga Bulusan yang menggunakan anggaran APBD sekitar Rp6 miliar tersebut difokuskan pada perbaikan tempat bersandar kapal agar proses bongkar muat dapat dioptimalkan.
Pemprov Jatim berkoordinasi dengan Pemkab Banyuwangi untuk menangani kendala teknis dan birokrasi terkait relokasi sekitar 30 rumah warga yang menghalangi konektivitas jalan menuju Dermaga Bulusan.
Menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), kapasitas Dermaga MB di Gilimanuk ditargetkan selesai ditingkatkan. Langkah ini dilakukan agar skema Tiba Bongkar Berangkat (TBB) dapat berjalan efektif dan seimbang di kedua sisi penyeberangan Ketapang–Gilimanuk.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi secara intensif dengan PT ASDP Indonesia Ferry, Kementerian Perhubungan/KSOP, Polda/Polres, serta Pemkab Banyuwangi guna memastikan kelancaran arus barang dan penumpang antarpulau tetap terjaga dengan aman dan kondusif. (ST)









