Sound Horeg di Banyuwangi: Yunus Wahyudi Dorong Hiburan Tetap Berjalan dan UMKM Berkembang

by -4 Views
Wartawan: Hari Purnomo
Editor: Herry W. Sulaksono
Aktivis Yunus Wahyudi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Pro dan kontra mengenai sound horeg di Kabupaten Banyuwangi semakin ramai diperbincangkan. Hari ini, Jumat (11/9/2026), sejumlah aktivis kontrol sosial dan awak media berkumpul di salah satu warung di kawasan RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi.

Menurut sejumlah aktivis, sound horeg merupakan fenomena budaya populer yang mencerminkan karakter masyarakat postmodern.

Yunus Wahyudi, yang dikenal sebagai Harimau Blambangan, menilai dentuman musik keras yang diiringi kegiatan karnaval bukan sekadar hiburan. Fenomena tersebut, menurutnya, menunjukkan perubahan cara masyarakat dalam mengekspresikan kegembiraan, kebersamaan, dan kebebasan di ruang publik.

“Sound horeg menjadi sarana sebagian anak bangsa untuk bertemu di ruang terbuka, berinteraksi dalam kehidupan sosial, sekaligus mengekspresikan diri secara bebas. Untuk ke depannya, saya berharap kegiatan sound horeg ini tetap berjalan, namun tetap mengedepankan asas kesopanan dan budaya, salah satunya dengan meminimalisasi penggunaan kostum yang terlalu terbuka,” tutur Yunus.

Ia menilai kehadiran sound horeg menunjukkan adanya pergeseran bentuk perayaan yang sebelumnya lebih banyak menampilkan seni dan budaya tradisional menuju ekspresi yang lebih populer serta mengikuti perkembangan zaman.

iklan warung gazebo