Coffee Lab Kopipedia di Kokoon Hotel Banyuwangi, Ngopi Sambil Belajar Racik Kopi

by -5 Views
Wartawan: Ali Sam'ani
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.comBagi pencinta kopi yang ingin menikmati secangkir kopi sekaligus belajar lebih jauh tentang dunia perkopian, ada pengalaman menarik yang bisa dicoba di Ijen Resto, Kokoon Hotel Banyuwangi.

Melalui Coffee Lab Kopipedia, tamu tidak sekadar diajak menikmati kopi, tetapi juga mengenal perjalanan kopi mulai dari biji, proses roasting, hingga berbagai metode penyeduhan.

Konsep tersebut dirancang agar pengalaman menikmati kopi menjadi lebih menarik dan interaktif. Tamu dapat memilih jenis biji kopi sekaligus melihat bagaimana satu jenis kopi dapat menghasilkan karakter rasa yang berbeda ketika diseduh menggunakan metode yang berbeda.

Barista Kokoon Hotel Banyuwangi, Fauzy, mengatakan Coffee Lab hadir untuk memberikan pengalaman baru bagi para tamu.

“Konsepnya Coffee Lab, jadi tamu bisa mendapatkan experience lebih. Selain menikmati kopi, tamu juga bisa belajar dan nantinya mencoba membuat sendiri,” ujarnya.

Menariknya, tersedia 11 pilihan coffee bean. Sebanyak 10 di antaranya merupakan kopi lokal Banyuwangi, termasuk dari kawasan Kalibaru, Gombengsari, dan Ijen Mountain. Sementara satu pilihan lainnya berasal dari Aceh.

Untuk metode penyeduhan, Coffee Lab menyediakan enam pilihan, yakni V60, French Press, Vietnam Drip, Cold Brew, Syphon, dan Tubruk.

Dalam proses penyeduhan, tahapan biasanya diawali dengan blooming, yakni pembasahan awal bubuk kopi. Barista menuangkan sekitar 30 mililiter air untuk membantu mengeluarkan gas dari bubuk kopi, kemudian mendiamkannya selama kurang lebih 30 detik.

Setelah blooming, penyeduhan dapat dilakukan dengan teknik pulse pouring atau penuangan bertahap. Air dituangkan secara berulang dengan jeda pada setiap penuangan. Teknik ini dapat menghasilkan ekstraksi yang lebih kuat dengan cita rasa kopi yang lebih kaya.

Ada pula teknik continuous pouring atau penuangan terus-menerus. Setelah proses blooming, air dituangkan secara kontinu sehingga menghasilkan seduhan dengan karakter yang lebih bersih atau clean dan lembut.

Gerakan saat menuangkan air juga turut memengaruhi hasil seduhan. Barista dapat menggunakan pola center pour dengan menuangkan air di bagian tengah, circular pour dengan gerakan melingkar, maupun pola zig-zag.

Pola tersebut membantu mengatur aliran air, waktu seduh atau brew time, serta tingkat ekstraksi kopi.

V60 menjadi salah satu metode manual brew yang populer di kalangan pencinta kopi. Penyeduhan menggunakan kertas filter ini menghasilkan cita rasa yang cenderung bersih, dengan karakter aroma dan rasa kopi yang lebih mudah dinikmati.

Pada metode V60, proses blooming dilakukan dengan membasahi bubuk kopi menggunakan sekitar 30 mililiter air dan mendiamkannya selama 30 detik. Setelah itu, air dapat dituangkan secara bertahap menggunakan teknik pulse pouring untuk menghasilkan rasa yang lebih kaya, atau secara terus-menerus melalui continuous pouring untuk mendapatkan seduhan yang lebih clean dan lembut.

Berbeda dengan V60, French Press menggunakan metode perendaman. Bubuk kopi dicampur dengan air panas sebelum ditekan menggunakan plunger. Metode ini biasanya menghasilkan body kopi yang lebih tebal dan rasa yang lebih kuat.

iklan warung gazebo