Ratusan Ojol Perempuan di Jember Dapat Bantuan Sembako, Bentuk Solidaritas Perantau Indonesia di AS

by -5 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Jember, seblang.com – Sebanyak 100 pengemudi ojek online (ojol) perempuan di Kabupaten Jember menerima bantuan paket sembako dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Alun-Alun Jember, Jumat (12/6/2026) sore.

Bantuan tersebut berasal dari seorang warga negara Indonesia yang kini menetap di Amerika Serikat, Bunda Indah, yang sebelumnya pernah bekerja sebagai pengemudi ojol. Penyaluran bantuan dilakukan melalui komunitas Pasukan Amal Kebaikan (Paskib) Jember.

Ketua Paskib Jember, Ardiana, mengatakan aksi sosial ini merupakan bentuk kepedulian terhadap para pengemudi ojol yang saat ini menghadapi berbagai tantangan ekonomi, mulai dari menurunnya pendapatan hingga meningkatnya biaya kebutuhan sehari-hari.

“Sebetulnya perekonomian Indonesia saat ini memang sedang melesu. Apalagi nilai rupiah melemah, implikasinya cukup besar. Karena itu kami berinisiatif berbagi dengan 100 pengemudi ojol, dan alhamdulillah didukung oleh salah satu sahabat kami di Amerika Serikat, Bunda Indah,” ujar Ardiana saat ditemui di Alun-Alun Jember.

“Beliau juga pernah merasakan langsung menjadi driver ojol, sehingga memahami kondisi yang sedang dihadapi teman-teman pengemudi saat ini. Karena itu beliau berinisiatif berbagi melalui program bantuan sembako ini,” lanjutnya.

Dalam kegiatan tersebut, setiap penerima mendapatkan paket sembako yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir, minyak goreng, mi instan, nasi tumpeng, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Ardiana menjelaskan, meskipun tinggal di luar negeri, Bunda Indah tetap aktif mengikuti perkembangan kondisi sosial dan ekonomi di Indonesia. Kepedulian itu mendorongnya untuk membantu para pekerja sektor informal yang dinilai cukup terdampak oleh kondisi ekonomi saat ini.

Salah satu penerima bantuan, Trianita, mengaku paket sembako tersebut sangat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga. Ia menuturkan pendapatan pengemudi ojol belakangan ini cenderung menurun karena jumlah pesanan tidak sebanyak sebelumnya.

“Mulai akhir tahun 2025 orderan terasa turun. Kalau dulu masih worth it, sekarang harus benar-benar berjuang dan muter mencari order. Tidak bisa diam di satu tempat, harus jemput bola,” ungkapnya.

Menurut Trianita, kondisi tersebut semakin berat karena harga berbagai kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan. Ia berharap situasi ekonomi ke depan membaik sehingga daya beli masyarakat meningkat dan pesanan kembali ramai.

“Pendapatan tetap, sementara pengeluaran naik semua. Bahan pokok naik, kebutuhan sekolah anak juga semakin besar,” kata pengemudi ojol perempuan yang telah bekerja sejak akhir 2025 itu.

Kegiatan sosial ini mendapat sambutan positif dari para pengemudi ojol perempuan. Selain membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, bantuan tersebut juga menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral bagi para pekerja lapangan yang terus berjuang memenuhi kebutuhan keluarga.///////

iklan warung gazebo