“Pemilihan Raka-Raki pada malam ini bukanlah sekadar kompetisi atau penobatan. Ini bukan pula ajang gengsi untuk memperoleh juara,” kata Adhy.
Menurutnya, ajang tersebut merupakan proses kaderisasi agar generasi muda mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Jawa Timur.
Adhy menyebut, Jawa Timur membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cakap berkomunikasi, tetapi juga memiliki integritas, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial, kemampuan beradaptasi, serta kecintaan terhadap budaya daerah.
“Kita lihat bagaimana peningkatan arus wisatawan asing maupun domestik yang sangat tinggi masuk ke Jawa Timur. Ini membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi agent of change, duta budaya, dan duta pariwisata,” jelasnya.
Ia menegaskan, sosok Raka-Raki yang ideal adalah generasi muda yang mampu membawa pesan positif tentang Jawa Timur sekaligus menjadi bagian dari pembangunan sektor pariwisata dan kebudayaan.
“Itulah Raka-Raki yang sebenarnya dibutuhkan untuk membangun citra positif pariwisata dan budaya di Jawa Timur,” pungkasnya.
Dengan terpilihnya Raka Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dan Raki Deninta Festi Berliani, keduanya kini mengemban tugas sebagai wajah promosi pariwisata Jawa Timur. Tantangan ke depan bukan hanya memperkenalkan destinasi wisata, tetapi juga membawa cerita tentang budaya, kreativitas, dan potensi lokal Jawa Timur ke panggung yang lebih luas. (* /Ady)










