Malang, seblang.com – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Malang masih menyelidiki penemuan jasad seorang perempuan tanpa identitas yang ditemukan mengapung di dalam sumur milik warga di Desa Kasri, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang, Jumat (31/7/2026) pagi. Hingga kini, identitas korban maupun penyebab korban berada di dalam sumur masih menjadi fokus penyelidikan.
Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono mengatakan, petugas telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta melibatkan Tim Identifikasi Satreskrim Polres Malang untuk mengungkap identitas korban.
“Identitas korban masih dalam proses penyelidikan. Kami juga masih mendalami kronologi lengkap kejadian dan penyebab korban bisa berada di dalam sumur. Pemeriksaan lebih lanjut dilakukan untuk memastikan apakah ada unsur lain dalam kejadian ini,” ujar AKP M. Budiono, Jumat (31/7/2026).
Setelah menerima laporan dari warga, personel Polsek Bululawang langsung menuju lokasi di RT 13 RW 05 Desa Kasri. Proses evakuasi dilakukan bersama PMI Kabupaten Malang dan BPBD Kabupaten Malang sebelum jenazah dibawa ke RSUD Kanjuruhan untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum.
Selain Tim Inafis, petugas kesehatan dari Puskesmas Bululawang turut melakukan pemeriksaan awal terhadap korban di lokasi penemuan guna mendukung proses penyelidikan.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 05.00 WIB. Seorang warga bernama Suwaji awalnya melihat sepasang sandal jepit berwarna biru berada di dekat sumur di belakang rumah warga. Merasa curiga, ia kemudian melihat ke dalam sumur dan mendapati sesosok perempuan mengapung di permukaan air.
Temuan tersebut segera diberitahukan kepada pemilik rumah, kemudian diteruskan kepada perangkat desa sebelum akhirnya dilaporkan ke Polsek Bululawang untuk mendapatkan penanganan.
Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa sepasang sandal jepit merek Swallow berwarna biru berukuran 10,5 inci yang ditemukan di sekitar bibir sumur. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan.
AKP M. Budiono menegaskan, hingga saat ini belum dapat disimpulkan adanya dugaan tindak pidana maupun motif tertentu karena identitas korban belum diketahui. Polisi mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi mengenai korban agar segera menghubungi pihak kepolisian untuk membantu proses identifikasi.
“Untuk sementara belum dapat disimpulkan adanya motif tertentu. Kami mengimbau masyarakat yang mengetahui atau merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor ke kepolisian sehingga proses identifikasi dapat segera dilakukan,” tegasnya.////////////










