Mojokerto, seblang.com – Upaya promotif dan preventif terus diperkuat dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Salah satu fitur yang kini semakin dimanfaatkan oleh peserta adalah skrining riwayat kesehatan yang dapat diakses secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp Pandawa, maupun website resmi BPJS Kesehatan. Fitur ini bertujuan untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini serta menjadi dasar bagi fasilitas kesehatan dalam memberikan layanan yang tepat.
Manfaat skrining riwayat kesehatan tersebut dirasakan langsung oleh Aris (31), peserta JKN yang terdaftar di Puskesmas Lespadangan, Kabupaten Mojokerto. Aris menceritakan bahwa saat itu dirinya datang ke Puskesmas Lespadangan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan. Menurutnya, proses pelayanan yang diberikan cukup cepat dan tidak berbelit, sehingga ia merasa terbantu dalam memenuhi kebutuhannya.
“Saya waktu itu datang ke puskesmas untuk membuat surat keterangan sehat untuk daftar kerja. Prosesnya menurut saya cepat dan tidak rumit, petugasnya juga membantu dan menjelaskan dengan baik,” ujar Aris.
Dalam proses tersebut, petugas puskesmas menyarankan Aris untuk melakukan skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu melalui aplikasi Mobile JKN. Awalnya, Aris mengaku belum pernah melakukan skrining tersebut dan belum memahami manfaatnya.
“Petugasnya menyarankan saya untuk melakukan skrining riwayat kesehatan lewat Mobile JKN. Jujur sebelumnya saya belum pernah coba dan belum tahu juga untuk apa skrining itu,” ungkapnya.
Setelah mendapatkan penjelasan, Aris kemudian mencoba mengakses fitur tersebut melalui aplikasi Mobile JKN. Ia mengikuti setiap tahapan yang ada, mulai dari mengisi data hingga menjawab beberapa pertanyaan terkait kondisi kesehatannya.
“Setelah saya coba, ternyata caranya mudah. Tinggal isi beberapa pertanyaan tentang kondisi kesehatan kita. Tidak butuh waktu lama juga dan alhamdulillah hasilnya saya tidak berisiko. Dari situ saya jadi lebih paham kondisi kesehatan saya sendiri,” tambahnya.
Menurut Aris, fitur skrining riwayat kesehatan ini sangat bermanfaat karena dapat membantu peserta mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal tanpa harus menunggu sakit terlebih dahulu. Selain itu, fitur ini juga mempermudah tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan kondisi peserta.
“Menurut saya ini sangat bermanfaat, karena kita jadi bisa tahu kondisi kesehatan lebih awal. Jadi bisa lebih waspada dan menjaga kesehatan,” tuturnya.
Di akhir perbincangan, Aris berharap semakin banyak peserta JKN yang memanfaatkan fitur skrining riwayat kesehatan ini. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk meningkatkan kepedulian terhadap kondisi kesehatan sejak dini.
“Semoga makin banyak yang tahu dan memanfaatkan skrining ini, karena sangat membantu dan mudah diakses,” pungkasnya. (adv/rh)











