Sebelumnya, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (KB) Kabupaten Banyuwangi telah menawarkan perawatan kepada Senari. Namun, pihak keluarga memilih untuk merawatnya sendiri di rumah.
Perhatian dan kepedulian dari pemerintah ini tentu sangat membantu dan memberi semangat untuk merawat sang pelestari budaya.
Pemkab terus berupaya memuliakan tokoh-tokoh masyarakat yang berjasa banyak dalam memelihara menjaga dan melestarikan kekayaan seni budaya dan tradisi yang tumbuh dan berkembang.
Lontar Yusup sendiri merupakan satu-satunya naskah kuno yang hingga kini masih “hidup” dalam masyarakat lokal, terutama di wilayah pedesaan. Keberadaannya sangat penting dalam khazanah kekayaan folklore dan tradisi lisan di Banyuwangi.










