Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia menekankan bahwa efisiensi tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kita harus terus bersemangat. Efisiensi tidak boleh mengurangi kinerja kita. Dengan semangat Hari Otonomi Daerah, kita terus bergerak bersama untuk membangun Kabupaten Sidoarjo,” ungkapnya.
Subandi juga menegaskan pentingnya peningkatan pelayanan publik, percepatan pembangunan, serta kesinambungan program-program yang telah berjalan. Ia menyebut Sidoarjo kini menjadi salah satu daerah percontohan di Indonesia.
“Penghargaan ini juga menjadi penyemangat untuk semakin meningkatkan pembangunan Kabupaten Sidoarjo yang kita cintai bersama, yang harus diikuti semua OPD hingga pemerintah desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan publik. Justru, menurutnya, pelayanan harus semakin mudah dan cepat dirasakan masyarakat.
“Dengan adanya efisiensi ini, pelayanan tidak boleh terabaikan dan semangat kita harus tetap tinggi, terutama dalam memberikan pelayanan publik kepada masyarakat di Sidoarjo,” tegasnya.
Dengan capaian tersebut, Pemkab Sidoarjo diharapkan mampu terus menjaga konsistensi kinerja serta memperkuat inovasi dalam tata kelola pemerintahan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (hst)










