Pada momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Ning Lia mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk tidak memandang batik sebagai busana yang hanya digunakan dalam acara seremonial.
Menurutnya, perkembangan desain dan kreativitas para perajin membuat batik semakin fleksibel digunakan dalam berbagai kesempatan. Batik bisa hadir dalam gaya formal, santai, hingga dipadukan dengan tren fesyen modern.
“Anak-anak muda jangan ragu memakai batik. Batik bisa tetap modern, keren, dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mencintai batik tidak berhenti pada pemakaian. Dukungan kepada perajin dan pelaku UMKM batik menjadi bagian penting agar ekosistem batik tetap tumbuh dan warisan budaya tersebut dapat diteruskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Ning Lia, menjaga batik sama artinya dengan menjaga cerita panjang Nusantara.
“Karena batik bukan sekadar busana. Batik adalah identitas, kebanggaan, dan kecantikan Nusantara yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya. (*)












