Ning Lia Tinjau Lukisan Jelang Muktamar NU, Wajah Muassis Hidup Kembali di Kanvas Pelukis Jombang

by -14 Views
Wartawan: Adi Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
Anggota DPD/MPR RI Jawa Timur Lia Istifhama ketika meninjau Stand Galeri Pameran Lukis di Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang
aston banyuwangi

Jombang, Seblang.com – Menyambut Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, tidak hanya bersiap menjadi ruang pertemuan ribuan warga Nahdliyin dari seluruh Indonesia. Di tengah persiapan perhelatan besar organisasi tersebut, kesenian juga mendapat ruang tersendiri.

Di sebuah galeri, wajah-wajah para muassis atau pendiri NU kembali hadir melalui karya para pelukis asal Jombang. Bukan melalui buku sejarah atau catatan masa lalu, melainkan lewat sapuan kuas yang dituangkan di atas kanvas.



Karya-karya tersebut menghadirkan sosok para ulama dan kiai dalam bahasa visual, seolah mengajak setiap pengunjung untuk kembali menyusuri jejak perjuangan mereka.

Lia Istifhama Anggota DPD/MPR RI terkesima dengan galeri Lukisan yang dipamerkan Seniman Jombang Jelang Muktamar NU .

Anggota MPR/DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, berkesempatan mengunjungi dan melihat langsung pameran lukisan tersebut, Senin (24/8/2026).

Seni Jadi Medium Cerita Perjuangan Muassis NU

Bagi Ning Lia, karya seni yang dipamerkan memiliki makna jauh melampaui keindahan warna dan teknik melukis. Di balik setiap potret, tersimpan upaya merawat ingatan tentang tokoh-tokoh ulama yang meletakkan fondasi perjuangan NU sekaligus turut mengambil bagian dalam perjalanan bangsa Indonesia.

“Kita juga melihat para pelukis dari Jombang. Ada beberapa lukisan yang dilakukan open bidding atau akan dilelang,” kata Lia.

Kehadiran para pelukis lokal dalam momentum Muktamar ke-35 NU menjadi istimewa karena seni tidak sekadar ditempatkan sebagai pelengkap acara. Seni menjadi medium untuk menyampaikan sejarah kepada masyarakat dengan cara yang lebih dekat, hangat, dan mudah dipahami lintas generasi.

“Lukisan-lukisan para muassis NU membawa pesan tentang perjuangan yang tidak boleh terputus oleh zaman. Bukan sekadar lukisan, tetapi juga menunjukkan sebuah perjuangan dari para muassis NU. Mereka bukan hanya pendiri NU, tetapi juga menjadi bagian dari kekuatan Indonesia sehingga Indonesia bisa merdeka,” ujarnya.

Jembatan antara Masa Lalu dan Masa Kini

Melalui karya seni, generasi muda tidak hanya diperkenalkan pada nama dan wajah para pendiri NU. Mereka juga diajak memahami bahwa di balik sosok yang kini dikenang dalam sejarah terdapat perjuangan panjang, pemikiran, keteladanan, serta keberanian para ulama dalam memperjuangkan agama dan bangsa.

iklan warung gazebo