Nigeria Bidik Kopi dan Buah Naga Banyuwangi, Peluang Ekspor hingga Investasi Hijau Terbuka

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

Agenda kerja sama yang dibahas tidak terbatas pada jual beli komoditas. Delegasi Nigeria juga menawarkan peluang modernisasi pertanian melalui transfer pengetahuan, pengembangan sektor akuakultur dan perikanan, serta investasi ramah lingkungan di bidang energi bersih.

Untuk memetakan peluang tersebut, Ishmael bersama tim mengunjungi sejumlah sentra produksi selama dua hari di Banyuwangi. Lokasi yang didatangi meliputi Perkebunan Kopi Alas Malang di Kalibaru, perkebunan buah naga di Purwoharjo, industri beras organik, serta industri gula di Glenmore.

Bupati Ipuk Fiestiandani menyebut penjajakan tersebut berpotensi memperluas akses pasar internasional bagi pelaku usaha lokal. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi berharap peluang kerja sama ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan pasar ekspor, terutama ke Nigeria.

Kopi dan buah naga menjadi dua komoditas yang menarik perhatian delegasi. Ketertarikan itu bahkan membuka peluang bagi pelaku usaha Banyuwangi untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan mitra bisnis di Nigeria.

“Mereka juga berniat meminta pelaku usaha Banyuwangi berangkat ke Nigeria untuk pengembangan dan peningkatan kopi dan buah naga di sana. Mereka rupanya juga tertarik dengan manajemen pengelolaan sampah Banyuwangi saat berkunjung di TPS 3R Balak,” kata Ipuk.

Di luar sektor agribisnis, pengelolaan sampah juga masuk dalam perhatian delegasi. Saat mengunjungi TPS 3R Balak, mereka melihat langsung praktik pengelolaan sampah yang dikembangkan Banyuwangi sebagai referensi untuk menjajaki peluang pertukaran pengalaman di bidang lingkungan.

Langkah lain yang diusulkan NICCI adalah membangun hubungan sister city antara Banyuwangi dan Lagos, salah satu pusat ekonomi utama Nigeria. Inisiatif tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antardaerah sekaligus menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Ishmael juga menargetkan kunjungan delegasi bisnis dari Afrika ke Banyuwangi berlangsung setiap kuartal atau empat kali dalam setahun. Intensitas kunjungan tersebut diharapkan mendorong tindak lanjut atas peluang perdagangan dan investasi yang telah dibahas, sekaligus menjaga kesinambungan kerja sama kedua pihak./////

iklan warung gazebo