Miris, Tiga Siswa SD di Banyuwangi Terpaksa Putus Sekolah

by -0 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Zamroni, Anggota Fraksi Partai Nasdem saat melaksanakan Reses II DPRD Banyuwangi di Kelurahan Singotrunan Banyuwangi
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Tiga siswa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Kecamatan Banyuwangi terpaksa putus sekolah karena diduga tidak mampu membayar lembar kerja siswa (LKS) serta mengalami perundungan (bullying) dari teman-temannya di lingkungan sekolah.

Informasi mengejutkan tersebut diterima Anggota Fraksi Partai NasDem DPRD Banyuwangi, Zamroni, saat melaksanakan Reses II Anggota DPRD Banyuwangi Tahun 2026 bersama Ketua RT 03/RW 02 Lingkungan Singo Diwongso, Kelurahan Singotrunan, Kecamatan Banyuwangi, Jumat (8/5/2026).

“Saya cukup kaget mendengar persoalan ini. Ada delapan anak didik yang tidak bisa membayar LKS, tiga siswa bahkan mengundurkan diri dan ada potensi menjadi korban perundungan,” ujar Zamroni.

Politisi asal Kecamatan Glagah itu menuturkan, usai pelaksanaan Reses II DPRD Banyuwangi, pihaknya akan mengagendakan pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi guna mencari solusi atas persoalan tersebut.

Selain itu, ia juga berupaya melakukan pendampingan terhadap para siswa yang terpaksa putus sekolah.

Komisi IV DPRD Banyuwangi juga meminta Dinas Pendidikan segera melakukan perbaikan terhadap bangunan SDN 4 Singotrunan yang kondisinya dinilai membahayakan keselamatan guru maupun siswa saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.

Sebelumnya, Dauliana Wardani (Hj. Lia), salah seorang pengurus komite sekolah sekaligus paguyuban kelas di SDN 4 Singotrunan, menyampaikan sejumlah keluhan dalam agenda reses tersebut.

iklan warung gazebo