“Sudah ada yang menawar Rp180 juta, tapi belum saya lepas karena belum cocok,” ujarnya.
Adam menyebut tingginya minat pasar menjadi indikator bahwa peternakan Banyuwangi memiliki potensi ekonomi besar. Apalagi, ternak dari farm miliknya sebelumnya juga pernah dibeli Presiden dan Wakil Presiden.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan kontes dan bursa ternak ini menjadi bagian dari upaya mendorong sektor peternakan agar semakin berkembang dan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
“Ini menjadi ajang promosi potensi peternakan Banyuwangi. Dengan diparadekan seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung kualitas ternak yang ada,” ujar Mujiono.
Menurutnya, Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan karena didukung peternak yang semakin inovatif, kualitas bibit yang terus meningkat, serta pasar yang terbuka luas, terutama menjelang Idul Adha.
Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa sektor peternakan Banyuwangi terus tumbuh dan berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban di tingkat regional hingga nasional. (*)










