Banyuwangi, seblang.com – Parade ternak dalam rangkaian Kontes, Pameran, dan Bursa Ternak 2026 di Desa Kedungasri, Kecamatan Tegaldlimo, menjadi gambaran nyata besarnya potensi sektor peternakan di Banyuwangi. Ratusan sapi jumbo dari berbagai kecamatan dipamerkan sekaligus membuka peluang pasar menjelang Idul Adha.
Selama dua hari pelaksanaan, 5–6 Mei 2026, sedikitnya 120 hewan ternak unggulan ditampilkan. Mulai dari sapi simental, limosin, Belgian Blue, hingga kambing, kelinci, dan ayam. Ajang ini menjadi ruang bagi peternak untuk menunjukkan kualitas hasil budidaya sekaligus mempertemukan penjual dengan calon pembeli.
Parade sapi menjadi magnet utama dalam kegiatan tersebut. Selain memiliki bobot fantastis, ternak-ternak itu tampil mencolok dengan beragam aksesori dan sentuhan budaya lokal. Hal ini memperlihatkan bahwa sektor peternakan Banyuwangi tidak hanya kuat dari sisi produksi, tetapi juga memiliki daya tarik promosi.
Salah satu yang mencuri perhatian datang dari Kecamatan Tegalsari. Kontingen tersebut menghadirkan sapi simental berbobot lebih dari satu ton dan sapi calon kereman berbobot di atas 700 kilogram milik peternak Enzo Farm, M. Adam.
Dua sapi tersebut sukses menjadi juara di kategori berbeda. Sapi bernama Max Mojo dengan bobot 1.136 kilogram menjadi juara kategori ekstrem, sedangkan Angkas Timur meraih juara kategori calon kereman.
“Senang sekali semuanya bisa menjadi juara,” kata Adam.
Menurut Adam, kualitas ternak Banyuwangi saat ini terus meningkat dan mulai dilirik pasar dengan nilai jual tinggi. Bahkan, salah satu sapi miliknya sudah ditawar hingga Rp180 juta menjelang musim kurban.
“Sudah ada yang menawar Rp180 juta, tapi belum saya lepas karena belum cocok,” ujarnya.
Adam menyebut tingginya minat pasar menjadi indikator bahwa peternakan Banyuwangi memiliki potensi ekonomi besar. Apalagi, ternak dari farm miliknya sebelumnya juga pernah dibeli Presiden dan Wakil Presiden.
Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono, menegaskan kontes dan bursa ternak ini menjadi bagian dari upaya mendorong sektor peternakan agar semakin berkembang dan mampu menjadi penopang ekonomi masyarakat desa.
“Ini menjadi ajang promosi potensi peternakan Banyuwangi. Dengan diparadekan seperti ini, masyarakat bisa melihat langsung kualitas ternak yang ada,” ujar Mujiono.
Menurutnya, Banyuwangi memiliki potensi besar dalam pengembangan peternakan karena didukung peternak yang semakin inovatif, kualitas bibit yang terus meningkat, serta pasar yang terbuka luas, terutama menjelang Idul Adha.
Selain menjadi ruang promosi, kegiatan ini juga menjadi indikator bahwa sektor peternakan Banyuwangi terus tumbuh dan berpotensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi daerah, terutama dalam memenuhi kebutuhan hewan kurban di tingkat regional hingga nasional. (*)










