KKN Kokoon Hotel Sukses Digelar, Semarakkan Banyuwangi Attraction 2026

by -31 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Pembukaan KKN Kokoon Hotel Banyuwangi oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono didampingi GM Kokoon Hotel Banyuwangi, Weni Kristanti.
aston banyuwangi

“Kami mencoba membawa hasil-hasil lokal tersebut ke dalam konsep kuliner yang lebih modern, sehingga wisatawan dapat melihat bahwa produk lokal Banyuwangi memiliki potensi yang sangat besar,” jelas Weni.

Rutin Tampilkan Tari Gandrung

Selain KKN dan AADC, Kokoon Hotel Banyuwangi juga rutin menghadirkan pertunjukan Tari Gandrung.

Pertunjukan tersebut digelar setiap Selasa sore pukul 16.30-17.00 WIB. Wisatawan maupun masyarakat dapat menyaksikannya secara gratis.

Weni mengatakan pertunjukan Gandrung menjadi bagian dari upaya Kokoon menghadirkan cultural attraction sekaligus memperkenalkan seni tradisional Banyuwangi kepada wisatawan.

“Wisatawan yang datang di Banyuwangi yang ingin melihat Tari Gandrung dapat datang ke Kokoon Hotel Banyuwangi setiap Selasa sore dan pertunjukan ini bisa dinikmati secara gratis,” tuturnya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono

Disbudpar Apresiasi KKN

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, mengatakan masuknya KKN dalam Banyuwangi Attraction 2026 menunjukkan semakin beragamnya atraksi wisata yang ditawarkan Banyuwangi.

“Kami memberikan apresiasi kepada Kokoon Hotel yang menggelar kegiatan yang luar biasa yang masuk dalam agenda kalender Banyuwangi Attraction 2026, yaitu kegiatan Kokoon Kuliner Nusantara Banyuwangi,” ujar Hartono.

Menurutnya, KKN memiliki nilai lebih karena tidak hanya menampilkan kuliner, tetapi juga melibatkan UMKM dan seni budaya.

“Kokoon Hotel mengajak bergandeng tangan dengan para UMKM yang ada di wilayah Kabupaten Banyuwangi melalui kegiatan Kokoon Kuliner Nusantara ini,” katanya.

Hartono menilai konsep seperti KKN sejalan dengan pengembangan pariwisata Banyuwangi yang menggabungkan berbagai potensi daerah.

Pariwisata, kata dia, tidak cukup hanya menawarkan keindahan alam. Kuliner, seni, budaya, kerajinan dan UMKM juga harus mendapatkan ruang dalam ekosistem pariwisata.

“Lewat cara inilah apa yang menjadi keunggulan Kabupaten Banyuwangi, seni budayanya, kulinernya bisa tersampaikan, bisa dirasakan, bisa dinikmati oleh para wisatawan,” ujarnya.

Menurut Hartono, pergerakan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang luas. Wisatawan yang datang akan membutuhkan akomodasi, makanan, transportasi dan berbagai produk lokal.

Efek tersebut kemudian dirasakan oleh pelaku usaha di berbagai sektor. “Pariwisata itu sebagai multiplier effect, berdampak kepada sektor-sektor yang lain,” tegasnya.

Karena itu, Disbudpar Banyuwangi mendorong kegiatan seperti KKN terus dikembangkan dan dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami siap untuk terus diajak kolaborasi dan bersinergi bagaimana kita bareng-bareng memajukan dan meningkatkan sektor kunjungan pariwisata,” kata Hartono.

iklan warung gazebo