Keluarga Besar Partai NasDem Banyuwangi Nilai Pemberitaan Tempo Nir Etika

by -15 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Keluarga besar Partai NasDem Banyuwangi menggelar aksi damai sebagai respons atas pemberitaan Majalah Tempo yang dinilai tidak beretika dan merugikan partai.

“Jangan sampai kita membenarkan kebiasaan fitnah yang dibungkus dengan kedok jurnalistik. Jika keluarga besar partai kami tidak melakukan seperti itu, namun disampaikan dengan narasi yang menurut kami sangat merugikan, maka itu adalah sesuatu yang busuk dan tidak layak menjadi konsumsi publik. Tempat yang layak ya di tempat sampah,” tegas Ketua DPD Partai NasDem Banyuwangi dalam orasinya, Rabu (15/4/2026).

Ia menyampaikan, pemberitaan terkait isu merger antara Partai NasDem dan Partai Gerindra, termasuk cover Majalah Tempo, dinilai menciptakan ketidaknyamanan bagi kader dan simpatisan NasDem di Banyuwangi.

Menurut Ali Mustofa, tampilan cover tersebut memberi kesan merendahkan serta mendiskreditkan Ketua Umum dan Partai NasDem.

“Cover yang menampilkan kesan merendahkan dan mendiskreditkan Ketua Umum dan Partai NasDem sangat tidak patut,” ujar Ali kepada sejumlah wartawan.

Atas hal tersebut, keluarga besar Partai NasDem Banyuwangi menuntut Majalah Tempo untuk menarik edisi dengan cover yang dinilai merendahkan.

Selain itu, mereka juga meminta Tempo menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada Ketua Umum DPP Surya Paloh serta keluarga besar Partai NasDem di seluruh Indonesia.

Tak hanya itu, mereka juga mendesak Dewan Pers untuk mengambil tindakan terhadap Tempo sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ali menegaskan bahwa pihaknya tidak anti terhadap kritik, saran, maupun masukan. Namun, menurutnya, pemberitaan di media massa harus tetap mengedepankan fakta, data, serta menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai adab ketimuran.

Sebagai bentuk protes, dalam aksi damai tersebut, DPD Partai NasDem Banyuwangi membuang banner bertuliskan “Bocor Alus Tempo” serta Majalah Tempo ke tempat sampah sebagai simbol penolakan terhadap pemberitaan yang dianggap menyesatkan dan merugikan.///////

iklan warung gazebo