“Ajak semua elemen untuk peduli dan peka terhadap tanda-tanda awal persoalan anak, serta bangun saluran komunikasi yang baik,” ujarnya.
Ketiga, menetapkan standar mutu pendidikan yang tinggi melalui peningkatan kualitas pembelajaran, baik akademik maupun nonakademik. Kepala sekolah juga diminta memberikan keteladanan dalam menjalankan tugas.
Keempat, kepala sekolah harus terlibat langsung dalam aktivitas pendidikan, bukan sekadar mengawasi melalui laporan administratif.
“Yang keempat, kepala sekolah jangan hanya bekerja di balik meja atau mengandalkan laporan, tetapi aktif turun langsung proses pembelajaran, dan membuka ruang komunikasi dengan siswa maupun guru,” jelas Ipuk.
Ipuk berharap 14 kepala sekolah yang menerima penugasan tersebut mampu menerjemahkan strategi kepemimpinan itu ke dalam pengelolaan sekolah masing-masing.
“Kami berharap 14 kepala sekolah yang hadir tidak hanya memahami strategi ini sebagai teori, tetapi menjadikannya panduan nyata untuk memajukan sekolah masing-masing,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, turut dihadirkan camat dari wilayah kerja masing-masing kepala sekolah baru untuk memperkuat koordinasi antara satuan pendidikan dan pemerintah kecamatan, khususnya dalam menangani persoalan yang membutuhkan kerja sama lintas sektor.//////////










