Potensi ekonomi ini juga dirasakan pelaku UMKM lainnya. Ulin (45), pedagang ikan bakar di Dusun Krajan, mengatakan terdapat sekitar 15 UMKM ikan bakar yang tumbuh di Desa Blimbingsari dan menggantungkan usaha dari ramainya kunjungan wisata.
Menurutnya, geliat wisata di kawasan pantai menjadi penggerak utama peningkatan omzet pelaku UMKM.
“Wisatawan banyak yang pulang dari pantai mampir beli ikan bakar. Kalau sudah pernah ke sini biasanya balik lagi karena bumbunya khas,” kata Ulin.
Saat akhir pekan, omzet penjualan bisa meningkat signifikan, bahkan mencapai lebih dari Rp500 ribu per hari. Pesanan dalam jumlah besar dari luar kota juga kerap datang.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menilai kuliner khas pesisir seperti ikan asap Blimbingsari merupakan potensi strategis dalam memperkuat daya saing sektor pariwisata Banyuwangi.
Menurut Ipuk, wisata modern tidak hanya bertumpu pada destinasi, tetapi juga pengalaman kuliner autentik yang menjadi identitas daerah.
“Kuliner khas seperti ini menjadi kekuatan wisata Banyuwangi. Orang datang tidak hanya menikmati pantai, tetapi juga mencari pengalaman kuliner autentik yang tidak ditemukan di daerah lain,” kata Ipuk saat Program Bunga Desa di Blimbingsari.
Ipuk menegaskan, penguatan wisata kuliner pesisir akan terus didorong karena terbukti mampu menciptakan efek berganda, mulai dari sektor perikanan, UMKM, hingga pariwisata.
“Potensi ini harus terus dipromosikan. Rasanya khas, ikannya segar langsung dari nelayan, dan ini menjadi pengalaman berkesan bagi wisatawan yang datang ke Banyuwangi,” ujarnya.










