Harlah ke-20 Ponpes Al-Fatimah, Ning Lia Bikin Suasana Makin Seru

by -8 Views
Wartawan: Ady Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi

“Kita mendoakan Pondok Pesantren Al-Fatimah senantiasa berkah, sukses dan jaya, serta terus memberikan pengabdian yang luar biasa untuk bangsa. Semoga reputasinya terus terjaga dan menjadi salah satu pesantren percontohan di Indonesia,” tutur politisi humanis.

Keseruan peringatan Harlah ke-20 tersebut kemudian berlanjut dengan peluncuran kolaborasi KBIHU Al-Fatimah bersama PT Insan Madani Wisata atau Imawa Tour & Travel. Ning Lia turut mengikuti prosesi pemotongan balon sebagai simbol dimulainya kerja sama tersebut.

Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat pelayanan, bimbingan serta pendampingan masyarakat dalam menjalankan ibadah haji dan umrah.

Pengasuh sekaligus pendiri Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah, Dr. KH. Tamam Syaifuddin, M.Si., mengatakan perjalanan 20 tahun menjadi momentum penting bagi perkembangan pesantren.

“Alhamdulillah, lembaga pendidikan Pondok Pesantren Modern Al-Fatimah sudah lengkap, mulai kelompok bermain, RA, MI, MTs, MA, SMP dan SMA, hingga perguruan tinggi Institut Agama Islam Al-Fatimah,” ujar KH Tamam.

Menurutnya, pengembangan Al-Fatimah tidak berhenti pada pendidikan formal. Pesantren juga berupaya memperluas pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai pelayanan, termasuk haji dan umrah.

“Kita akan melayani umat agar perjalanan ibadah haji dan umrahnya lancar dan barokah,” katanya.

KH Tamam berharap Harlah ke-20 menjadi energi baru untuk meningkatkan kemandirian dan prestasi pesantren.

Ini momentum untuk bangkit, membangun kemandirian dan prestasi pondok pesantren. Pondok pesantren harus mandiri dan menjadi pilar Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara bersama pondok pesantren,” tegasnya.

Peringatan Harlah ke-20 tersebut turut dihadiri Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri Wahyuni, S.Kep., Ns., Anggota DPR RI Fraksi Golkar Eko Wahyudi, pengusaha asal Pamekasan H. Khairul Umam atau Haji Her, keluarga besar pesantren, alumni, wali santri serta tamu undangan.

Di penghujung acara, keseruan kembali terlihat ketika sejumlah santri masih terus mendekati Ning Lia. Ada yang meminta berjabat tangan, berbincang singkat, hingga berfoto bersama. Momen sederhana itu menjadi warna tersendiri dalam perayaan dua dekade Al-Fatimah sekaligus menggambarkan kedekatan Ning Lia dengan generasi muda pesantren.(*/ady)

iklan warung gazebo