Pihak SDN 4 Penganjuran menjelaskan, MPLS akan berlangsung selama lima hari. Hari pertama diisi dengan pengenalan lingkungan sekolah, guru, serta teman-teman baru agar siswa tidak merasa canggung menjalani masa transisi dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar.
“Kami ingin anak-anak merasa bahagia, aman, nyaman, dan berani karena peralihan dari taman kanak-kanak ke sekolah dasar cukup mengejutkan bagi mereka,” ujar salah seorang guru.
Antusiasme menyambut tahun ajaran baru juga terlihat di jenjang menengah. Aurelia Salsabila, siswi baru SMAN 1 Glagah, mengaku bersemangat mengikuti MPLS sebagai awal memasuki lingkungan belajar yang baru.
“Hari pertama MPLS ini sangat berkesan dan membuat saya antusias menyambut tahun ajaran baru,” ucap Aurelia.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian menegaskan seluruh sekolah diminta menjalankan MPLS Ramah. Menurutnya, penyambutan siswa baru harus berlangsung secara humanis, menyenangkan, dan bebas dari praktik yang dapat membebani peserta didik.
“Harus dipastikan bahwa di semua satuan pendidikan, dalam proses penyambutan anak-anak di hari pertama sampai selesai MPLS ini, semua harus dilakukan dengan cara-cara yang humanis,” tegas Alfian.
Alfian menambahkan, MPLS tidak berhenti pada pengenalan lingkungan sekolah. Sesuai arahan Bupati Banyuwangi, sekolah juga diminta memetakan kondisi peserta didik sejak awal tahun ajaran, termasuk persoalan ekonomi, sosial, maupun potensi perundungan, agar penanganannya dapat dilakukan sedini mungkin.
“Pesan Ibu Bupati, sekolah harus memetakan risiko sejak awal. Bisa jadi ada anak yang memiliki persoalan ekonomi, masalah sosial, atau menjadi pelaku maupun korban perundungan. Semua itu harus dipetakan sejak awal tahun ajaran,” pungkasnya.///////










