Banyuwangi, seblang.com – Kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, belum juga tuntas. Hampir sebulan terakhir, kepadatan kendaraan terus terjadi dengan panjang antrean yang fluktuatif. Terbaru, antrean kembali mengular hingga sekitar 5 kilometer pada Jumat (18/9/2026) petang.
Kepadatan terjadi di tengah pekerjaan peningkatan kapasitas sejumlah fasilitas dermaga di lintasan Ketapang-Gilimanuk. Pekerjaan tersebut membuat pengoperasian fasilitas dan pola pelayanan penyeberangan harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Antrean didominasi kendaraan logistik yang hendak menyeberang menuju Gilimanuk, Bali. Para sopir harus menghabiskan waktu berjam-jam di jalan sebelum mendapatkan giliran masuk ke pelabuhan.
Salah seorang sopir kendaraan logistik, Budi, mengatakan kemacetan menuju Pelabuhan Ketapang bukan baru terjadi sehari atau dua hari. Kondisi tersebut telah dirasakan para sopir selama sekitar sebulan terakhir.
“Hampir sebulan macet terus,” ungkap Budi.
Budi menjelaskan, perjalanan dari kawasan Watudodol menuju kantong parkir Bulusan biasanya hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Namun, kini perjalanan tersebut harus ditempuh selama berjam-jam akibat kepadatan.
Lamanya waktu tunggu juga membuat biaya perjalanan sopir ikut bertambah. Selain kebutuhan selama berada di jalan, keterlambatan membuat waktu operasional kendaraan logistik menjadi lebih panjang.










