“Sehingga ada transfer of knowledge (alih pengetahuan) juga ketika mereka masuk ke Indonesia, khususnya ke Situbondo,” katanya.
Langkah promosi investasi ke Negeri Tirai Bambu itu dilakukan di tengah capaian ekonomi Situbondo yang terus menunjukkan tren positif. Pemerintah Kabupaten Situbondo mencatat realisasi investasi sepanjang 2025 mencapai Rp1 triliun atau melonjak sekitar 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp590 miliar. Angka tersebut juga melampaui target investasi daerah sebesar Rp425 miliar.
Tidak hanya dari sisi investasi, pertumbuhan ekonomi Situbondo sepanjang 2025 tercatat mencapai 5,28 persen. Capaian itu menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir pascapandemi Covid-19. Di saat bersamaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berhasil ditekan dari 3,15 persen pada 2024 menjadi 3,02 persen pada 2025.
Bahkan, pada triwulan III 2025, pertumbuhan ekonomi Situbondo sempat menyentuh angka 6,16 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,22 persen maupun nasional sebesar 5,04 persen. Peningkatan ini ditopang penguatan sektor pertanian, industri pengolahan, makanan dan minuman, serta investasi swasta yang terus tumbuh.
Mas Rio menilai, fokus kerja sama yang dibahas dalam forum di Anhui sangat relevan dengan karakteristik Situbondo sebagai daerah agraris. Pengembangan agrotech atau teknologi pertanian modern dinilai menjadi salah satu kunci utama untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing sektor pertanian daerah.
“Dalam matchmaking partnership ini, tentu kita bicara tentang agrotech. Bagaimana teknologi super high-tech untuk pertanian itu sudah berkembang pesat dan bisa kita adaptasi,” imbuhnya.
Melalui forum internasional tersebut, Pemerintah Kabupaten Situbondo berharap dapat membuka pintu masuk investasi baru sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis pertanian modern dan industri bernilai tambah. Pemerintah daerah juga menargetkan kerja sama investasi yang terjalin nantinya mampu memperkuat posisi Situbondo sebagai kawasan yang ramah investasi dan kompetitif di tingkat internasional./////////











