FPRB Banyuwangi Terus Lakukan Pembentukan dan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana

by -4 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Dalam upaya memberikan sosialisasi dan edukasi kebencanaan guna meningkatkan kapasitas peserta didik, khususnya anak-anak yang tergolong sebagai kelompok rentan, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Banyuwangi menggelar kegiatan Pembentukan dan Penguatan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMA Negeri 1 Muncar, Banyuwangi, Senin (13/7/2026).

Ketua FPRB Kabupaten Banyuwangi, Mahbub Junaidi, mengatakan pembentukan dan penguatan SPAB pada dasarnya akan dilaksanakan di seluruh satuan pendidikan, baik formal maupun nonformal, di Kabupaten Banyuwangi. Program tersebut menyasar jenjang PAUD, TK, SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA dan diberikan secara gratis.

“SMA Negeri 1 Muncar merupakan sekolah kedua yang difasilitasi oleh FPRB Banyuwangi. Selanjutnya, program ini akan dilaksanakan di sekolah-sekolah lainnya,” ujar Mahbub.

Ia menjelaskan, tujuan pembentukan dan penguatan SPAB secara gratis merupakan bentuk pengabdian sekaligus langkah nyata FPRB dalam mewujudkan Banyuwangi Tangguh Bencana. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi upaya membantu sekolah memenuhi kewajiban memasukkan materi kebencanaan dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana sejak dini sekaligus memberikan pendidikan kebencanaan untuk meningkatkan kapasitas peserta didik, khususnya anak-anak sebagai kelompok rentan,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan menyiapkan seluruh warga sekolah agar siap menghadapi bencana yang dapat terjadi kapan saja, termasuk saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam program tersebut juga dilakukan pembentukan Tim Siaga Bencana Sekolah serta pelaksanaan simulasi kebencanaan.

Mahbub berharap para siswa, guru, dan tenaga kependidikan memahami perannya masing-masing sebagai penanggung jawab keselamatan warga sekolah saat terjadi bencana.

Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat kolaborasi pentahelix yang melibatkan masyarakat, dunia usaha, pemerintah, akademisi, dan media dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kabupaten Banyuwangi melalui FPRB.

“Yang tidak kalah penting, warga sekolah memahami cara melakukan penyelamatan mandiri saat terjadi bencana sehingga dapat menurunkan risiko bencana,” tambah Mahbub.

Pada kesempatan tersebut, Mahbub menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga, organisasi, dan relawan yang terlibat sebagai narasumber maupun fasilitator kegiatan, di antaranya Rumah Zakat, Ndalung Volunteer, MDMC Banyuwangi, FPRB Desa Tembokrejo, FPRB Desa Sumberberas, FPRB Desa Sarongan, RAPI, PT BSI, Senkom Mitra Polri, Tagana, serta para relawan independen.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media, seperti adatah.com, Seblang.com, Lantaran.com, dan media lainnya yang turut membantu publikasi kegiatan, serta kepada SMA Negeri 1 Muncar yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Bagi sekolah maupun lembaga pendidikan yang ingin mendapatkan dukungan FPRB Banyuwangi dalam penyelenggaraan sosialisasi dan edukasi kebencanaan, silakan menghubungi:

iklan warung gazebo