Menurut Joko, pelibatan warga lokal bertujuan agar manfaat Program Padat Karya tidak hanya dirasakan dari sisi pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Seluruh peralatan kerja disediakan oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi sehingga para pekerja dapat fokus menyelesaikan normalisasi saluran sesuai target.
“Harapannya fungsi saluran dapat kembali normal sehingga aliran air menjadi lancar dan tidak terjadi pendangkalan lagi,” ujarnya.
Joko menambahkan, normalisasi enam saluran tersebut penting dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan. “Dengan saluran yang bersih dan berfungsi optimal, pasokan air irigasi diharapkan tetap terjaga sehingga mendukung produktivitas pertanian di wilayah Srono,” pungkasnya.
Melalui Program Padat Karya, Dinas PU Pengairan Banyuwangi juga berupaya menghadirkan manfaat ganda. Selain memastikan infrastruktur pengairan tetap terawat, program ini membuka kesempatan kerja sementara bagi warga yang terdata dalam UGDK sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.////////










