Banyuwangi, seblang.com – Enam saluran irigasi di wilayah Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono menjadi prioritas dalam Program Padat Karya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan tersebut dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi sekaligus memberdayakan warga pra sejahtera di sekitar lokasi.
Enam saluran yang menjadi sasaran normalisasi meliputi Saluran Awu-Awu Kiri, Saluran Awu-Awu Kanan, Saluran Dam Trowongan, Saluran Dam Gumuk, Saluran PA.2 Marliya Kiri, dan Saluran Sumberbandung. Di seluruh titik tersebut, para pekerja membersihkan endapan lumpur, rumput liar, serta material lain yang menghambat aliran air.
Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Srono, Joko Setiyono, mengatakan Program Padat Karya telah berjalan selama lima hari dan ditargetkan rampung dalam waktu 15 hari.
“Sudah berjalan lima hari dengan target pelaksanaan selama 15 hari. Setiap hari ada 30 pekerja yang kami libatkan,” kata Joko, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, seluruh tenaga kerja direkrut dari warga yang masuk dalam database Unit Gawat Darurat Kemiskinan (UGDK) Banyuwangi, khususnya masyarakat pada kategori desil lima ke bawah yang tinggal di sekitar lokasi kegiatan.
Menurut Joko, pelibatan warga lokal bertujuan agar manfaat Program Padat Karya tidak hanya dirasakan dari sisi pemeliharaan infrastruktur, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Seluruh peralatan kerja disediakan oleh Dinas PU Pengairan Banyuwangi sehingga para pekerja dapat fokus menyelesaikan normalisasi saluran sesuai target.
“Harapannya fungsi saluran dapat kembali normal sehingga aliran air menjadi lancar dan tidak terjadi pendangkalan lagi,” ujarnya.
Joko menambahkan, normalisasi enam saluran tersebut penting dilakukan untuk menjaga kelancaran distribusi air menuju areal persawahan. “Dengan saluran yang bersih dan berfungsi optimal, pasokan air irigasi diharapkan tetap terjaga sehingga mendukung produktivitas pertanian di wilayah Srono,” pungkasnya.
Melalui Program Padat Karya, Dinas PU Pengairan Banyuwangi juga berupaya menghadirkan manfaat ganda. Selain memastikan infrastruktur pengairan tetap terawat, program ini membuka kesempatan kerja sementara bagi warga yang terdata dalam UGDK sehingga pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.////////












