Banyuwangi, seblang.com – Jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan audiensi dan silaturahmi ke Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi, Rabu (5/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut dipimpin langsung Ketua DPD LDII Kabupaten Banyuwangi, Heri Sujatmiko, didampingi enam jajaran pengurus DPD.
Silaturahmi ini digelar pascapelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya memperkuat sinergi dan kolaborasi antarpemangku kepentingan sekaligus memohon arahan dari Kemenag.

Ketua DPD LDII Banyuwangi, Heri Sujatmiko, menegaskan komitmen organisasinya dalam membina generasi muda agar memiliki karakter luhur dan terhindar dari pengaruh perilaku menyimpang.
“Di LDII, kami terus berupaya agar generasi muda (generus) memiliki karakter yang luhur dan tidak terpengaruh oleh lingkungan kemaksiatan,” tegas Heri.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, menyambut hangat kedatangan pengurus LDII. Ia mengapresiasi sinergi, komunikasi, dan kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik dalam mewujudkan masyarakat Banyuwangi yang madani.
“Alhamdulillah, komunikasi Kemenag dengan LDII sangat baik. Kita berharap Banyuwangi menjadi daerah yang madani, pemudanya berakhlakul karimah, dan pasangan yang sudah menikah terhindar dari perceraian,” ujar Chaironi.
Lebih lanjut, Chaironi menyoroti persoalan kenakalan remaja yang kerap berawal dari pergaulan yang salah serta kondisi keluarga yang kurang harmonis. Karena itu, menurutnya, penguatan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga.
Ia juga mengajak LDII untuk berkolaborasi dalam upaya pencegahan berbagai persoalan sosial di masyarakat, termasuk penanganan fenomena LGBTQ (lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer atau questioning).
Selain penguatan karakter, Kemenag Banyuwangi juga menekankan pentingnya menjaga moderasi beragama serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Salah satu gerakan yang terus didorong adalah penanaman satu pohon oleh setiap pasangan yang melangsungkan pernikahan.
“Kami bersama keluarga besar Kemenag Banyuwangi terus memperkuat nilai ‘Cinta dan Moderasi’. Besar harapan kami, Banyuwangi tidak hanya memiliki madrasah yang berkualitas, tetapi juga masyarakat yang berakhlak mulia dan menjunjung tinggi moderasi beragama,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kemenag Banyuwangi, Mastur, menjelaskan bahwa Kemenag memiliki sejumlah program strategis, seperti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Bimbingan Remaja Usia Menikah (BRUM) bagi mahasiswa. Program-program tersebut didukung oleh para penyuluh di setiap Kantor Urusan Agama (KUA) dan terbuka untuk dikolaborasikan bersama LDII.
Rangkaian audiensi ditutup dengan penyerahan cenderamata berupa buku berjudul “Sistem, Model, dan Corak Pendidikan LDII di Indonesia dalam Platform Profesional Religius dari Sabang sampai Merauke” karya Dr. Ahmad Ali, M.D., M.A.
Buku tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPD LDII Banyuwangi, Heri Sujatmiko, kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, sebagai simbol penguatan literasi sekaligus komitmen bersama dalam membina sumber daya manusia yang berakhlak mulia.////////










