Pada kesempatan tersebut, Ipuk juga menyoroti kerukunan masyarakat Banyuwangi yang selama ini terjaga dengan baik. Menurut dia, keberagaman suku, ras, dan agama yang hidup berdampingan menjadi modal sosial penting bagi daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berpotensi mengganggu keharmonisan yang telah terbangun.
“Kebersamaan ini harus terus dirawat. Jangan sampai ada pihak yang merusak kedamaian yang selama ini menjadi kekuatan Banyuwangi,” katanya.
Habib Hadi bin Abdullah Al-Haddar dikenal sebagai ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam perkembangan syiar Islam di Banyuwangi. Tokoh yang lahir pada 1908 tersebut aktif membina masyarakat dan turut menginisiasi pembangunan sejumlah masjid di Bumi Blambangan.
Meski telah wafat lebih dari lima dekade lalu, sosok Habib Hadi masih dikenang masyarakat. Setiap tahun, haulnya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan keteladanan beliau dalam berdakwah serta mengabdi kepada umat.










