Shalawat dan Munajat Warnai Puncak Gebyar Tahun Baru Hijriah di Glagah Banyuwangi

by -6 Views
Wartawan: Nurhadi
Editor: Herry W. Sulaksono
Ketua MUI Glagah KH Marfu' Ali (tengah ) bersama Camat Forpimcam Kades dan tokoh masyarakat dalam acara Bersholawat dan Bermunajat di Pasar Desa Glagah Banyuwangi
aston banyuwangi
aston banyuwangi

Banyuwangi, seblang.com – Puncak rangkaian Gebyar Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang diselenggarakan Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama Forkopimcam Glagah dan lintas sektoral diisi dengan kegiatan shalawat dan munajat (doa bersama) di Pasar Desa Glagah, Banyuwangi, Sabtu (20/6/2026) malam.

Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB tersebut dihadiri Plt Camat Glagah, Kapolsek Glagah, Danramil Glagah, Ketua dan pengurus MUI Kecamatan Glagah, Ketua BKPRMI Kabupaten Banyuwangi, para kepala desa dan lurah se-Kecamatan Glagah, serta Dharma Wanita Persatuan (DWP) tingkat kecamatan maupun desa/kelurahan.

Turut hadir pula pengurus organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, LDII, Muslimat NU, Fatayat NU, Aisyiyah, GP Ansor, para juara lomba beserta pendamping, guru dan tenaga pendidik, pengurus pondok pesantren di wilayah Glagah, serta masyarakat sekitar Pasar Glagah.

Plt Camat Glagah, H. Ali Imron, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi dan kerukunan lintas sektor di Kecamatan Glagah. Menurutnya, semangat al-jama’ah rahmah yang bermakna kebersamaan adalah rahmat tercermin dalam kebersatuan pemerintah, ulama, dan masyarakat yang bersama-sama memohon keberkahan serta keselamatan bagi wilayah Glagah.

“Alhamdulillah, kegiatan berlangsung khidmat, lancar, dan penuh kebersamaan sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas, persatuan, dan keharmonisan masyarakat Glagah,” ujar Ali Imron.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Glagah, KH Marfu’ Ali, dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa makna Hijriah dapat dimaknai sebagai perpindahan dari hal-hal yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik.

Tokoh asal Desa Paspan tersebut mengingatkan bahwa bertambahnya usia berarti berkurangnya jatah umur manusia. Karena itu, setiap orang hendaknya terus meningkatkan amal kebaikan dan tidak mengalami kemunduran dalam beribadah maupun berbuat kebajikan.

KH Marfu’ Ali juga mengutip sebuah hadis yang berbunyi: “Barang siapa yang hari ini lebih baik daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang harinya sama dengan kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang harinya lebih buruk daripada hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.”

Menurutnya, hadis tersebut menjadi pengingat penting agar umat Islam senantiasa melakukan evaluasi diri, terutama pada momentum pergantian tahun Hijriah.

“Sabda tersebut menegaskan bahwa seseorang yang tidak meningkatkan kualitas ibadah dan kebaikannya akan menjadi orang yang merugi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, KH Marfu’ Ali juga mengajak umat Islam untuk melaksanakan puasa sunah pada 10 Muharram atau Hari Asyura yang memiliki keutamaan besar, salah satunya sebagai wasilah dihapuskannya dosa-dosa setahun yang lalu.

“Mudah-mudahan dengan lantunan shalawat dan munajat yang kita laksanakan, Allah SWT menjadikan Glagah khususnya dan Indonesia pada umumnya sebagai wilayah yang aman, tenteram, damai, dan sejahtera. Semoga setiap langkah kita di tahun baru ini senantiasa berada dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT,” pungkasnya.////////

iklan warung gazebo