Demo Pasar Tanjung Jember Berujung Tegang, Sartini Pingsan Saat Massa Desak Pakta Integritas

by -11 Views
Wartawan: Nur Imatus Safitri
Editor: Herry W. Sulaksono
Puluhan warga dan Mahasiswa GMNI Kabupaten Jember, menggelar aksi Unras didepan Kantor Pemkab setempat.
aston banyuwangi

Persoalan lain yang menjadi sorotan adalah dugaan pungli dan intimidasi. Massa meminta Pemkab Jember melakukan evaluasi serta memastikan persoalan tersebut tidak kembali terjadi.

“Ketika kita berbicara bulan lalu ada unsur pungli. Bulan lalu ada yang melaporkan dari dinas ada pungli dan yang melaporkan justru dikalungi celurit. Nah, kami ingin menuntut dan mengevaluasi Pemkab agar ke depan tidak ada tindakan premanisme, tidak ada tindakan pungli,” kata Faizīn.

Perwakilan warga Jalan Samanhudi, Erik, mengatakan persoalan tersebut telah berlangsung cukup lama dan berdampak terhadap aktivitas masyarakat serta pertokoan di sekitar Pasar Tanjung.

“Dulu tidak seperti itu, Pak. Di tahun 90-an sangat tertib. Pertokoan bisa berjalan, Pasar Tanjung bisa berjalan. Sekarang Pasar Tanjung kosong, tidak ada tata kelola sehingga banyak pedagang yang turun di jalan,” ujar Erik.

Ia menilai fungsi jalan harus dikembalikan agar akses masyarakat tetap terjamin, terutama ketika terjadi kondisi darurat.

“Kalau terjadi keadaan darurat, bagaimana kalau ada terjadi kebakaran di sekitar sana? Apa solusinya? Jika ada warga yang sakit dan butuh ambulans, apakah akan sia-sia di dalam mobil ambulans?” katanya.

Sementara itu, Pemkab Jember menyatakan tidak menolak aspirasi yang disampaikan massa. Ratno mengatakan pemerintah menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat, tetapi penyelesaian persoalan harus dilakukan melalui dialog.

“Prinsip hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum memang menjadi hak setiap warga negara. Kami sangat menghormati hal tersebut, asal dilakukan dengan cara-cara yang baik, menjaga tetap ketertiban, keamanan, dan aset-aset yang menjadi milik semua warga negara Kabupaten Jember,” kata Ratno.

Terkait pakta integritas yang diminta massa, Ratno mengatakan pemerintah tidak bermaksud menolak substansi tuntutan tersebut. Menurutnya, sejumlah poin yang disampaikan massa bahkan sejalan dengan langkah yang sedang dilakukan Pemkab Jember.

“Yang disampaikan oleh teman-teman GMNI kami apresiasi. Bukan kami menolak, 100 persen kami menyetujui apa yang tercantum di dalam tuntutan teman-teman GMNI,” ujarnya.

Namun, Ratno menegaskan penyelesaian persoalan Pasar Tanjung tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, pemerintah harus mempertemukan kepentingan pedagang yang berada di dalam pasar, pedagang di sekitar jalan, warga, dan pengguna jalan.

“Sehebat apapun konflik, penyelesaiannya hanya satu, hanya melalui dialog,” katanya.

Ratno juga menyampaikan bahwa Pemkab Jember tengah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk revitalisasi Pasar Tanjung. Pemerintah daerah berencana menyusun Detail Engineering Design (DED) sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Selain revitalisasi, Pemkab Jember menyebut telah memetakan ruang di dalam pasar yang dapat dimanfaatkan pedagang. Dari pemetaan tersebut, disebut tersedia 69 petak yang dapat ditempati pedagang yang saat ini beraktivitas di sekitar jalan.

“Sudah tersedia 69 petak atau lokasi yang bisa ditempati oleh 69 pedagang. Dan ini akan diberikan oleh Gus Bupati secara gratis, tidak perlu membayar, tinggal ditempati,” ujar Ratno.

Meski pemerintah menyampaikan sejumlah rencana penyelesaian, massa tetap kecewa karena tidak mendapatkan tanda tangan pejabat pada pakta integritas yang mereka bawa.

Setelah tuntutan tersebut tidak ditandatangani, massa kemudian melakukan aksi simbolis dengan melemparkan tomat dan air ke arah halaman lobi Kantor Pemkab Jember. Aksi tersebut disebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap respons pemerintah atas tuntutan mereka.

Massa kemudian membubarkan diri setelah menyampaikan sikapnya. Faizīn mengatakan persoalan Pasar Tanjung belum dianggap selesai dan pihaknya membuka kemungkinan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar.

“Kalau memang ini tidak bisa menjadi solusi, dalam beberapa hari ke depan kita akan aksi yang jauh lebih besar daripada ini,” tegasnya.

Aksi tersebut berakhir tanpa penandatanganan pakta integritas. Sementara itu, Pemkab Jember tetap menyatakan penyelesaian persoalan Pasar Tanjung akan dilakukan melalui proses dialog dan penataan secara bertahap.////////////

iklan warung gazebo