Sementara itu, Ema Agustina menjelaskan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan.
“Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang dan infeksi berulang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan anak, sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun,” terangnya.
Menurut Ema, pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan merupakan upaya menjaga asupan gizi dan kesehatan anak sejak dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.
“Pencegahan stunting pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1.000 HPK) adalah upaya menjaga asupan gizi dan kesehatan anak sejak dalam kandungan selama 270 hari hingga anak berusia dua tahun atau 730 hari. Masa ini merupakan periode emas yang menentukan pertumbuhan organ dan perkembangan otak anak,” jelasnya.
Sedangkan Taufik Daryanto menjelaskan, pencegahan stunting menjadi bagian penting dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul untuk menyambut Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, Indonesia Emas 2045 membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan berbudaya, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta didukung pertumbuhan ekonomi yang maju dan berkelanjutan.
Dalam upaya mencegah dan menekan angka stunting, kata Taufik, pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan bagi calon pengantin menjadi hal penting. Selain itu, perlu dilakukan pemantauan dan pencatatan pernikahan, konseling keharmonisan keluarga, pendampingan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK), serta pemberian suplemen, vitamin, dan susu.
“Selain itu, perlu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan. Termasuk pengecekan pertumbuhan dan perkembangan balita, pemberian imunisasi, vitamin, dan susu,” jelasnya.
Taufik menegaskan, pemeriksaan kesehatan bagi remaja sebagai calon pengantin sangat penting sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penurunan stunting.
“Pentingnya pemeriksaan kesehatan bagi para remaja sebagai calon pengantin dalam upaya pencegahan maupun penurunan stunting. Bila sudah tercipta keluarga yang bagus dan sehat, akan berdampak pada negara yang berkualitas dan maju,” tegasnya.
Kegiatan tersebut juga diisi dengan dialog interaktif bersama peserta dan pembagian doorprize./////////










