“Untuk meningkatkan pemanfaatan layanan Pap Smear, kami mulai mengadakan gebyar Pap Smear pada 2025 melalui edukasi, sosialisasi, senam bersama, dan pemeriksaan kesehatan. Upaya ini turut mendorong peningkatan pemanfaatan layanan, dengan hampir 100 peserta menjalani pemeriksaan di Klinik Brawijaya hingga Oktober 2026,” ungkap Umi.
Edukasi juga diberikan secara langsung kepada peserta sejak berada di loket pendaftaran. Petugas memberikan informasi mengenai persyaratan serta alur pemeriksaan agar peserta mengetahui tahapan yang perlu dilakukan sebelum mengakses layanan Pap Smear.
Informasi serupa disebarluaskan melalui media sosial resmi Klinik Brawijaya. Dengan begitu, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai layanan deteksi dini kanker serviks sekaligus memahami prosedur untuk mengaksesnya melalui JKN.
Menurut Umi, masih ada perempuan yang merasa takut menjalani pemeriksaan maupun khawatir terhadap kemungkinan hasil yang diperoleh. Namun, edukasi dan pendampingan dari tenaga kesehatan membantu peserta memahami pentingnya deteksi dini.
“Kami melihat semakin banyak peserta yang memanfaatkan layanan ini, meskipun sebagian awalnya merasa takut menjalani pemeriksaan maupun menghadapi hasilnya. Karena dengan pemeriksaan ini kami telah berhasil merujuk seluruh pasien yang terdeteksi adanya tanda abnormal dari sel di bagian serviksnya, agar segera mendapatkan layanan lanjutan di rumah sakit,” jelas Umi.
Ia berharap layanan Pap Smear dapat terus tersedia dan dimanfaatkan oleh lebih banyak perempuan. Menurutnya, pemeriksaan ini penting untuk mengetahui adanya perubahan pada sel leher rahim sehingga peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat segera dirujuk ke fasilitas kesehatan yang sesuai.
“Kami mengajak para perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan reproduksinya dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Dengan melakukan pemeriksaan sejak dini, perubahan pada leher rahim bisa diketahui lebih cepat sehingga penanganan yang tepat dapat segera dilakukan,” tutup Umi.










