Malang, seblang.com – Bupati Malang HM Sanusi menyoroti kebutuhan peningkatan sarana dan kapasitas pelayanan kesehatan saat melakukan kunjungan ke empat puskesmas di Kabupaten Malang, Selasa (26/5/2026). Kunjungan kerja tersebut dilakukan di Puskesmas Pagelaran, Gedangan, Bantur, dan Wonokerto Bantur bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang serta jajaran Forkopimda.
Dalam kunjungan itu, Bupati Sanusi tidak hanya meninjau pelayanan kesehatan, tetapi juga menyerap langsung berbagai persoalan yang dihadapi tenaga kesehatan, mulai dari keterbatasan ruang pelayanan, kebutuhan tambahan bangunan, hingga tingginya jumlah pasien rawat inap.
Bupati Malang menegaskan pelayanan kesehatan harus terus ditingkatkan karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan bekerja secara profesional dengan pelayanan yang cepat, tepat, dan humanis.
“Kecepatan dan ketepatan pelayanan menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan milik pemerintah,” tegas Sanusi.
Di Puskesmas Pagelaran, tenaga kesehatan masyarakat, Yunisworo Budiwan, mengungkapkan kebutuhan mendesak berupa penambahan ruang pelayanan karena tingginya jumlah pasien setiap hari. Menurutnya, rata-rata kunjungan pasien mencapai 200 hingga 240 orang per hari, sementara pasien rawat inap berkisar tujuh hingga delapan orang setiap hari.
Ia menjelaskan keterbatasan lahan menjadi kendala utama karena aset puskesmas masih berstatus milik desa. Karena itu, pihaknya mengusulkan pembangunan gedung dua lantai apabila rencana tukar guling aset belum dapat direalisasikan.
“Harapannya ada pemisahan pelayanan pasien infeksius dan noninfeksius agar pelayanan lebih optimal,” ujar Yunisworo.
Selain itu, Yunisworo menyebut kebutuhan alat kesehatan di Puskesmas Pagelaran relatif terpenuhi. Namun, kapasitas ruang pelayanan masih perlu ditambah guna mendukung kenyamanan masyarakat.
Sementara itu, di Puskesmas Bantur, Kepala Puskesmas Soebagijono, NS., M.MKes mengatakan kunjungan Bupati Malang menjadi dorongan moral bagi tenaga kesehatan karena pemerintah daerah dapat melihat langsung kondisi pelayanan di lapangan.
Menurutnya, Puskesmas Bantur saat ini membutuhkan penataan pagar dan paving, serta perluasan lahan akibat dampak pelebaran jalan nasional di wilayah tersebut.
“Kami juga sedang mempersiapkan Puskesmas Bantur menuju puskesmas pariwisata karena jalur ini menjadi akses utama wisata pantai selatan,” katanya.
Soebagijono menjelaskan kunjungan pasien di Puskesmas Bantur rata-rata mencapai 75 hingga 100 pasien per hari dan meningkat saat hari pasaran Pahing maupun Kliwon. Untuk layanan rawat inap, tersedia 10 tempat tidur dan hampir seluruhnya terisi setiap hari.
“Hari ini saja ada sembilan pasien rawat inap dan juga terdapat layanan persalinan,” ungkapnya.
Pihaknya juga mengusulkan tambahan ruang khusus ibu bersalin dan ibu nifas di area lahan kosong milik pemerintah daerah yang berada di lingkungan puskesmas.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Malang berharap pembenahan fasilitas kesehatan dapat terus dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal, aman, nyaman, dan responsif di seluruh wilayah Kabupaten Malang.//////////











