“Tim bersama unsur terkait sudah turun ke lapangan untuk melakukan mitigasi dan asesmen di lokasi terdampak. Saat ini kondisi aliran sungai dilaporkan telah kembali normal,” jelasnya.
Untuk memperkuat penanganan, Pemkab Banyuwangi membentuk tim kesiapsiagaan lintas sektor. Tim tersebut melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, desa, hingga TNI/Polri.
Personel disiapkan untuk mendukung penanganan darurat, mulai dari evakuasi warga, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), hingga pengelolaan jalur evakuasi.
BPBD juga memperkuat kesiapsiagaan berbasis masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Hingga kini, Banyuwangi telah memiliki 43 desa/kelurahan tangguh bencana.
“Kami juga menyiagakan berbagai perlengkapan dan peralatan penanggulangan bencana. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan untuk penanganan darurat, tim bisa segera bergerak ke lokasi,” ujarnya.
Selain menyiagakan personel dan peralatan, Pemkab Banyuwangi melakukan mitigasi melalui normalisasi sungai di sejumlah wilayah. Salah satunya Sungai Gonggo di Kecamatan Pesanggaran yang sebelumnya kerap meluap dan menyebabkan banjir di kawasan sekitarnya.
Partana mengimbau masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana agar meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayahnya. Warga juga diminta segera melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan kepada aparat setempat atau BPBD.












