Kota Mojokerto, seblang.com – Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menginstruksikan para kader dan operator untuk menerapkan strategi komunikasi yang proaktif kepada masyarakat.
Langkah tegas ini diambil khusus untuk mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan pendaftaran digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) di Kota Mojokerto agar tuntas seratus persen sesuai target.
Arahan tersebut ditegaskan oleh Wali Kota Mojokerto yang akrab disapa Ning Ita saat memimpin Rapat Evaluasi IKD dan Digitalisasi Perlinsos di Pendopo Sabha Mandala Madya, Senin (2/11).
Ia menekankan bahwa seluruh jajaran petugas di tingkat kelurahan harus bergerak cepat karena sisa waktu penuntasan target nasional tersisa dua bulan lagi, mengingat seluruh layanan publik ke depan akan terintegrasi secara penuh menggunakan basis data digital.
“Saya minta semua kader dan operator menggunakan strategi komunikasi ini, yaitu dengan menyampaikan kepada warga jika tidak segera aktivasi IKD dan mendaftar perlinsos, nanti akan kehilangan haknya mendapat bantuan, dan baru bisa mendaftar lagi untuk tahun 2028,” tegas Ning Ita memberikan arahan.
Ning Ita menyadari bahwa sebagian warga masih mengabaikan pentingnya aktivasi IKD yang digunakan untuk mendaftar Perlinsos ini, karena menganggap urusan kependudukan digital ini tidak mendesak. Oleh karena itu, para kader yang melakukan jemput bola di lapangan dibekali cara komunikasi yang efektif untuk menyadarkan warga agar tidak menunda-nunda proses aktivasi.












