Banyuwangi Serius Bereskan Sampah Kota, Gandeng UEA Bangun TPS3R Kertosari

by -6 Views
Wartawan: Teguh Prayitno
Editor: Herry W. Sulaksono
aston banyuwangi
aston banyuwangi

“Kami harapkan nantinya tidak hanya selesai pembangunan fisik TPS3R, tetapi juga diiringi dengan perubahan perilaku masyarakat agar lebih sadar terhadap pengelolaan sampah, termasuk mengelola sampah sejak dari rumah tangga,” ujarnya.

Dukungan UEA menambah panjang kolaborasi internasional Banyuwangi dalam menangani sampah. Sebelumnya, fasilitas pengolahan sampah di daerah ini juga mendapat dukungan Pemerintah Norwegia dan korporasi asal Austria, Borealis.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi Bayu Hadiyanto menjelaskan, TPS3R Kertosari menjadi fasilitas ketiga dalam penguatan pengolahan sampah di Banyuwangi.

Sebelumnya ada TPS3R Baluk, Kecamatan Songgon, yang sudah beroperasi sejak 2023. Kapasitasnya mencapai 100 ton sampah dan melayani 73 desa.

Kemudian TPS3R Karetan, Kecamatan Purwoharjo, yang kini progres pembangunannya sekitar 50 persen. Fasilitas ini memiliki kapasitas 160 ton dan disiapkan menjangkau 37 desa di delapan kecamatan.

Tidak berhenti di situ. Banyuwangi masih akan menambah dua fasilitas serupa.

“Setelah Kertosari, akan ada dua tempat pengolahan sampah yang akan dibangun ke depan. Yakni di Kecamatan Genteng dan Wongsorejo. Untuk Genteng melalui program Clean Rivers dan didanai Uni Emirat Arab. Sementara Wongsorejo akan dibangun oleh Kementerian PU,” jelas Bayu.

Senior Program Manager Banyuwangi Hijau, Lintong Manik mengatakan, pembangunan TPS3R bukan hanya urusan fasilitas pengolahan. Lebih dari itu, ada perubahan pola dalam memperlakukan sampah.

“Kami memperkuat keseluruhan ekosistem pengelolaan sampah, mulai dari rumah tangga, desa, hingga pengolahan akhir. TPS3R Kertosari ini adalah bagian dari upaya tersebut, yang akan meningkatkan kapasitas layanan serta mendorong praktik pengelolaan yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Lintong. //////

iklan warung gazebo